Sunday, July 19, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Korban Pengeroyokan Satu Keluarga di Medan Barat Buat Tiga Laporan

Mistar.idSelasa, 20 Januari 2026 pukul 10.09 WIB
korban_pengeroyokan_satu_keluarga_di_medan_barat_buat_tiga_laporan

Diana cantika menunjukkan laporan polisi atas peristiwa pengeroyokan. (Foto: Putra/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Korban pengeroyokan sekeluarga di Jalan Karya, Kelurahan Karang Berombak, Kecamatan Medan Barat, memilih untuk menempuh jalur hukum.

Para korban mengaku telah membuat laporan ke Polrestabes Medan, Propam Polda Sumut, serta Denpom terkait dugaan keterlibatan oknum TNI dan Polri.

Salah seorang korban, Diana Cantika, mengatakan bahwa selain kedua abangnya yang kembar bernama Handoyo dan Handoko, sejumlah anggota keluarganya juga mengalami luka akibat kejadian tersebut, termasuk ibu kandungnya.

“Abang saya Handoyo luka di pelipis. Suami saya juga kena, lebam-lebam. Kepala suami saya ditendang. Abang kandung saya yang pertama (Handoko) kepalanya bocor,” kata Diana, Selasa (20/1/2026).

Tak hanya orang dewasa, Diana juga mengaku bahwa anaknya ikut menjadi korban dalam insiden tersebut.

“Termasuk anak saya. Di tangannya ada bekas-bekas cakaran,” tuturnya.

Usai kejadian, keluarga korban langsung melaporkan peristiwa itu ke sejumlah instansi.

“Untuk pidana umum kami lapor ke Polrestabes Medan. Untuk oknum TNI kami lapor ke Denpom, dan oknum polisi kami lapor ke Propam. Jadi, ada tiga laporan yang kami buat,” katanya.

Perempuan 26 tahun itu menjelaskan, saat pengeroyokan terdapat seorang TNI dan seorang Polri. Ia menilai tindakan keduanya tidak mencerminkan sikap aparat penegak hukum dan pengayom.

“Kalau oknum TNI ada memukul abang saya saat minta tolong di depan pintu. Videonya juga ada. Dua kali dia memukul,” tuturnya.

Sementara itu, polisi yang disebut-sebut bertugas di Polsek Medan Kota, Diana menilai adanya unsur pembiaran.

“Kalau polisi memang tidak memukul, tapi dia membiarkan. Dari awal keributan dia cuma duduk main handphone,” ujarnya.

Pihak keluarga berharap laporan yang mereka buat dapat di proses secara adil dan transparan. Pasalnya, hingga kini satu keluarga tersebut mengaku ketakutan saat berada di rumah.

“Kami hanya mau keadilan. Semua yang terlibat, apalagi ada oknum, harus diproses sesuai hukum,” ucap ibu satu anak tersebut mengakhiri.

Sebelumnya diberitakan, viral di sosial media diduga aksi pengeroyokan menimpa satu keluarga di Jalan Karya, Karang Berombak, Medan Barat, Kamis (8/1/2026) malam.

Dalam peristiwa tersebut, diduga terdapat satu anggota Polri dan satu anggota TNI. (hm20)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN