Wednesday, June 17, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Kasus Kematian Siswa SMK di Nias Masih Misterius, Polda Sumut Turun Tangan

Mistar.idRabu, 17 Juni 2026 19.24
journalist-avatar-top
MG
kasus_kematian_siswa_smk_di_nias_masih_misterius_polda_sumut_turun_tangan

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Dr Ferry Walintukan. (Foto: Matius Gea/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Kasus kematian siswa SMK berinisial AJZ (17) hingga kini masih menyisakan tanda tanya. Pasalnya, setelah satu bulan berlalu, pihak kepolisian dalam hal ini Polres Nias belum menunjukkan perkembangan berarti maupun menetapkan tersangka.

Kondisi tersebut memicu aksi unjuk rasa dari sejumlah mahasiswa dan masyarakat Nias di Kota Medan dalam dua pekan terakhir, yang mendesak agar kasus segera diusut tuntas.

Menanggapi desakan tersebut, Kepala Bidang Humas Polda Sumatera Utara, Kombes Pol Dr Ferry Walintukan, akhirnya buka suara. Ia menyebut kasus tersebut kini ditangani dan masih dalam tahap penyelidikan oleh Tim Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumut.

“Untuk kasus ini sedang kami selidiki. Tim penyidik dari Ditreskrimum Polda Sumut juga tengah melakukan analisis terhadap kasus ini,” ujar Kombes Ferry, Rabu (17/6/2026) di Polda Sumut.

Ferry menambahkan, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumut Kombes Pol Ricko Taruna Mauruh bersama Kasubdit III Jatanras dan tim telah turun langsung ke lokasi kejadian untuk mengumpulkan bukti-bukti pendukung guna mengungkap peristiwa tersebut.

“Iya benar, tim dari Direktorat yang dipimpin langsung oleh Direktur sudah turun ke lokasi kejadian,” jelasnya.

Ia juga meminta masyarakat untuk turut membantu dengan memberikan informasi sekecil apa pun yang berkaitan dengan kasus tersebut.

Ferry menegaskan, Polda Sumut berkomitmen untuk mengungkap kasus ini hingga terang benderang.

Untuk diketahui, korban AJZ (17) ditemukan meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan di Desa Hikina’a, Kecamatan Alasa Talumuzoi, Kabupaten Nias Utara, Sumatera Utara, pada Jumat (15/5/2026).

Korban ditemukan oleh warga dan pihak keluarga di aliran sungai kawasan perkebunan setelah sebelumnya dilaporkan hilang selama dua hari. Di sekitar lokasi, ditemukan barang-barang milik korban berupa tas, baju sekolah, dan sepatu.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN