Friday, July 3, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

IRT di Simalungun Ditemukan Tewas Membusuk di Dalam Rumah

Mistar.idJumat, 15 Mei 2026 pukul 16.06 WIB
irt_di_simalungun_ditemukan_tewas_membusuk_di_dalam_rumah

Jenazah korban pasca dilakukan visum luar dan hendak dibawa kembali oleh pihak keluarga. (foto: istimewa/mistar)

news_banner

Simalungun, MISTAR.ID

Tragedi memilukan terjadi di Huta IV Marihat Lela, Nagori Lingga, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun. Seorang ibu rumah tangga (IRT), Sarpina Sinaga, 44 tahun, ditemukan meninggal dunia dengan kondisi jasad mulai membusuk, Kamis (14/5/2026) malam.

Kuat dugaan Sarpina sudah meninggal dunia dua hari sebelumnya, hingga akhirnya jasadnya ditemukan. Semasa hidup Saprina dikenal sebagai sosok yang ramah dan rutin berinteraksi dengan tetangga.

Kekhawatiran pertama muncul dari sahabat dekat korban, Asniroya Saragih, 55 tahun. Selama bertahun-tahun, Sarpina hampir selalu datang ke rumahnya setiap malam sekira pukul 19.00 WIB untuk berbincang, kemudian pulang sekitar pukul 22.00 WIB.

Namun, selama dua malam berturut-turut, korban tak kunjung terlihat. "Kalau tidak datang biasanya dia pasti pamit. Karena sudah dua hari tidak ada kabar, kami mulai merasa ada yang tidak beres," ujar Asniroya.

Perasaan tidak tenang itu membuat suaminya, Maruli Purba, 60 tahun, mendatangi rumah korban yang berjarak sekitar 100 meter. Dari luar rumah, suasana tampak janggal. Lampu teras dan lampu dalam rumah masih menyala, namun tidak ada respons ketika nama korban dipanggil berkali-kali.

Suasana mendadak berubah mencekam ketika warga melihat kondisi korban di ruang tamu. Tubuh Sarpina sudah mengeluarkan bau menyengat dan mulai busuk. Tidak lama kemudian, petugas Polsek Gunung Malela tiba di lokasi bersama Tim Inafis Polres Simalungun.

Kasi Humas Polres Simalungun, AKP Verry Purba, mengatakan polisi langsung bergerak begitu menerima laporan dari masyarakat.

"Tim Inafis melakukan pemeriksaan secara menyeluruh dan sistematis untuk memastikan penyebab kematian korban diketahui secara ilmiah dan profesional," ujarnya, Jumat (15/5/2026).

Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi, tidak ditemukan tanda-tanda kerusakan rumah maupun indikasi kekerasan pada tubuh korban. Jenazah kemudian dibawa ke RSUD dr Djasamen Saragih Pematangsiantar untuk menjalani visum luar.

Hasil visum yang dilakukan tim dokter forensik menyatakan tidak ditemukan bekas kekerasan pada tubuh korban. Sarpina diduga meninggal dunia akibat penyakit hipertensi yang dideritanya. Polisi memperkirakan korban telah meninggal lebih dari 48 jam sebelum ditemukan warga.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN