Cerita Tukang Bangunan yang Hendak Renovasi Rumah Usai Dijarah Maling hingga 80 Persen

Yogi, seorang tukang yang melakukan renovasi rumah yang dibobol maling di Medan Tuntungan. (foto: matius/mistar)
Medan, MISTAR.ID
Kasus pencurian mengejutkan terjadi di Jalan Bunga Rinte, Simpang Selayang, Kecamatan Medan Tuntungan. Sebuah rumah dibongkar maling secara bertahap hingga sekitar 80 persen isi bangunan dan perabotannya raib.
Yogi, 32 tahun, seorang tukang bangunan yang sedang mengerjakan rumah tersebut, mengaku baru mengetahui kejadian itu setelah proses renovasi dimulai. “Kami kan mengerjakan rumah ini, jadi baru tahu cerita sebenarnya saat mulai pengerjaan,” ujar Yogi, Sabtu (9/5/2026).
Menurut pengakuan pemilik rumah berinisial NA, aksi pencurian diduga telah berlangsung sejak 2024 dan semakin parah pada periode Maret hingga April 2026.
Yogi menjelaskan, para pelaku diduga melakukan pencurian secara bertahap dengan memanfaatkan kesempatan saat rumah dalam keadaan kosong. Tidak hanya barang elektronik, bagian rumah seperti instalasi listrik hingga pintu juga ikut dibongkar.
“Awalnya saya kira hanya instalasi listrik yang hilang. Tapi setelah dicek, ternyata hampir semua isi rumah sudah dibongkar,” katanya.
Karena kesal dan merasa dirugikan, pemilik rumah akhirnya memasang baliho berukuran besar di depan rumah berisi sindiran terhadap para pelaku pencurian. “Makanya ibu itu buat baliho seperti yang dipasang di depan rumah,” ucap Yogi.

Spanduk berisi kekesalan pemilik rumah. (foto: matius/mistar)
Akibat kejadian tersebut, korban diperkirakan mengalami kerugian hingga Rp500 juta.
Sejumlah barang dilaporkan hilang, di antaranya satu unit sepeda motor Revo, tiga laptop, lima telepon genggam, dua genset, dua unit AC, tiga televisi, mesin kopi, blender, mixer, hingga perhiasan dan uang tunai.
Tak hanya itu, pelaku juga membawa kitchen set, instalasi listrik, jerjak jendela, daun pintu, pompa air, lampu, besi tratak sekitar 300 kilogram, hingga 100 kilogram kopi.
Sebelumnya, kasus ini sempat viral setelah pemilik rumah memasang baliho bernada sindiran sebagai bentuk kekecewaan terhadap aksi pencurian yang terjadi berulang kali di rumahnya.
BERITA TERPOPULER
BERITA TERPOPULER



















