Sunday, June 28, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Gudang Bandar Narkoba di Riau Dibakar Warga Usai Digerebek, Ini Kata Kombes Putu

Mistar.idSabtu, 9 Mei 2026 pukul 10.03 WIB
gudang_bandar_narkoba_di_riau_dibakar_warga_usai_digerebek_ini_kata_kombes_putu

Direktur Reserse Narkoba Polda Riau, Kombes Putu Yudha Prawira. (foto: istimewa/mistar)

news_banner

Rokan Hilir, MISTAR.ID

Sebuah gudang yang diduga menjadi tempat aktivitas peredaran narkoba di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau, dibakar warga usai dilakukan penggerebekan oleh aparat kepolisian.

Direktur Reserse Narkoba Polda Riau, Kombes Putu Yudha Prawira, mengatakan pengungkapan kasus tersebut bermula dari penangkapan seorang pria berinisial RP di Jalan Rambutan, Kecamatan Rantau Kopar, Jumat (8/5/2026) malam.

Penangkapan dilakukan setelah polisi menerima laporan masyarakat terkait maraknya peredaran sabu di wilayah tersebut.

“Dari hasil pendalaman, tim bergerak melakukan penggerebekan di sebuah gudang yang dilengkapi kamera pengawas atau CCTV di beberapa sudut,” ujar Putu dalam keterangannya, Sabtu (9/5/2026).

Dalam penggeledahan yang turut disaksikan ketua RT setempat, polisi menemukan sejumlah barang bukti berupa plastik bekas berukuran besar, alat hisap sabu atau bong, serta uang tunai yang diduga hasil transaksi narkotika.

Menurut Putu, pengungkapan itu menjadi bagian dari komitmen Polda Riau untuk memberantas jaringan peredaran narkoba hingga ke tingkat bawah. “Setiap informasi dari masyarakat pasti kami tindak lanjuti. Kami ingin memastikan tidak ada ruang bagi peredaran narkoba di wilayah Riau,” katanya.

Ia menjelaskan saat penggerebekan berlangsung sekitar pukul 14.00 WIB, warga sekitar memberikan dukungan penuh kepada petugas karena lokasi tersebut selama ini dianggap meresahkan.

Namun situasi berubah setelah aparat meninggalkan lokasi. Massa yang masih berkumpul diduga terprovokasi hingga akhirnya membakar bangunan yang sebelumnya digerebek polisi.

Kabid Humas Polda Riau, Kombes Zahwani Pandra Arsyad, mengatakan pihak kepolisian memahami keresahan masyarakat terhadap dugaan aktivitas narkoba di lingkungan mereka. “Kami melihat adanya dukungan dan harapan masyarakat agar wilayah mereka bersih dari narkoba,” kata Pandra.

Meski begitu, ia mengimbau masyarakat tetap menjaga ketertiban dan tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu keamanan.

“Semangatnya sama, yaitu menyelamatkan lingkungan dan generasi muda dari bahaya narkoba. Namun kami berharap dukungan masyarakat disampaikan dengan cara yang tertib dan tetap menjaga situasi kondusif,” ujarnya.

Pandra juga menegaskan peristiwa di Rantau Kopar berbeda dengan kejadian serupa yang sebelumnya terjadi di Panipahan. “Sejak awal masyarakat mendukung langkah kepolisian. Karena itu kami mengajak semua pihak untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh provokasi,” tuturnya.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN