Friday, June 5, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Ayah Tiri Akui Bunuh Alvaro Setelah Diancam Polisi, Keluarga Ungkap Fakta

Mistar.idSenin, 24 November 2025 16.41
JS
ayah_tiri_akui_bunuh_alvaro_setelah_diancam_polisi_keluarga_ungkap_fakta

Kondisi di rumah duka Alvaro Kiano Nugroho yang hilang di Pesanggrahan, Jakarta Selatan. (foto:antara/mistar)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID

Pelaku penculikan dan pembunuhan Alvaro Kiano Nugroho (6), yang belakangan diketahui adalah ayah tirinya sendiri, Alex, sempat mengelak keras ketika pertama kali diinterogasi polisi. Ia baru mengakui perbuatannya setelah berada dalam tekanan.

Nenek Alvaro, Sayem (53), menuturkan bahwa Alex sebenarnya sudah pernah ditangkap beberapa hari setelah Alvaro dilaporkan hilang. Namun karena terus mengelak, polisi saat itu kembali melepasnya.

“Dari pertama sebenarnya sudah ditangkap, tapi dia terus mengelak, jadi dilepas lagi,” kata Sayem, Senin (24/11/2025).

Alex kembali ditangkap polisi. Kali ini penyidik menggunakan strategi berbeda dengan membawa Alex berkeliling sambil diinterogasi. Saat itu polisi sempat mengancam akan membuangnya ke laut jika tetap membantah.

“Dibawa ke laut, kata polisi: ‘Alex, kalau kamu tidak mengaku, saya buang ke laut, tidak ada yang tahu,’” ujar Sayem.

Dalam tekanan tersebut, Alex akhirnya mengakui semua perbuatannya.

“Dia mungkin ketakutan. Langsung bilang ‘iya, saya pelakunya’. Sudah seminggu diperiksa terus tapi tetap mengelak, baru saat itu ngaku,” tutur Sayem.

Cara Alex Menyembunyikan Jasad Alvaro

Dalam pengakuannya, Alex menjelaskan cara ia menyembunyikan jasad Alvaro. Ia memasukkan tubuh korban ke dalam plastik menggunakan sarung tangan agar sidik jarinya tidak terdeteksi. Jasad Alvaro kemudian dibawa ke Bogor.

Hal ini terungkap melalui percakapan di ponsel Alex, termasuk perintah yang dikirim melalui pesan WhatsApp (WA).

“Handphone-nya kan diambil. Ada percakapan soal pembuangan jasad dari WA Alex. Dia nyuruh orang,” kata Sayem.

Setelah pemeriksaan lanjutan, Alex ditetapkan sebagai tersangka. Namun kemudian ia dinyatakan meninggal dunia di ruang tahanan Polres Metro Jakarta Selatan, diduga bunuh diri.

Sayem mengaku sempat merasa marah, namun menyadari proses hukum tidak bisa dilanjutkan karena pelaku sudah meninggal.

Pelaku Sempat Berlagak Paling Sibuk Cari Alvaro

Sebelumnya terungkap bahwa Alex berpura-pura menjadi orang yang paling aktif membantu keluarga mencari Alvaro setelah bocah itu hilang pada 6 Maret 2025. Ia bahkan ikut membuat laporan polisi dan mengantar keluarga ke berbagai tempat.

“Dia sampai ngantar ke Polsek, Polda. Kayak orang tidak punya salah. Bahkan nganterin saya ke orang pintar di Karawang dan Bogor,” kata Sayem.

Kakek Alvaro, Tugimin (71), juga membenarkan bahwa Alex ikut membuat laporan kehilangan. “Jam 11.00 WIB dia ikut mencari. Lalu mengantar saya ke Polsek untuk laporan kehilangan anak,” jelasnya.

Dua hari sebelum Alvaro hilang, tepatnya 4 Maret 2025, Alex masih datang ke rumah keluarga dan bahkan membelikan mainan untuk korban.

Pengungkapan kasus ini juga dibantu oleh marbot Masjid Jami Al-Muflihun, tempat Alvaro terakhir terlihat. Polisi melakukan pra rekonstruksi dan meminta marbot mengidentifikasi suara pelaku.

“Marbot bilang ‘kalau tidak kenal orangnya, suaranya pasti kenal’. Lalu polisi menyuruh Alex bicara, dan marbot mengenali suaranya,” kata Sayem.

Kerangka Diduga Alvaro Ditemukan di Bogor

Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Nicolas Ary Lilipaly, membenarkan bahwa pelaku merupakan ayah tiri korban. Ia menyebut polisi telah menemukan kerangka manusia yang diduga Alvaro di Kali Cilalay, Bogor.

Untuk memastikan, polisi melakukan tes DNA sebagai prosedur identifikasi. “Kerangka ditemukan dan diduga merupakan Alvaro. Pemeriksaan DNA diperlukan untuk memastikan,” ujar Nicolas.

Alvaro telah hilang selama delapan bulan sejak 6 Maret 2025 sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. (hm16)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN