Monday, June 15, 2026
home_banner_first
HIBURAN

Zootopia 2 Hadirkan Cerita Lebih Dewasa di Balik Visual Menggemaskan

Mistar.idSabtu, 6 Desember 2025 06.30
journalist-avatar-top
zootopia_2_hadirkan_cerita_lebih_dewasa_di_balik_visual_menggemaskan_

Review film: Zootopia 2 menyediakan dua hal, cerita yang sangat bisa dipahami orang dewasa, dan visual yang sangat menggemaskan untuk anak-anak. (foto: Disney/Mistar)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID

Sembilan tahun setelah kesuksesan film pertamanya pada 2016, Zootopia kembali hadir lewat sekuel yang menghadirkan cerita lebih kompleks dan berlapis. Zootopia 2 membawa kembali duo polisi—kelinci optimistis Judy Hopps dan rubah cerdik Nick Wilde—dalam petualangan yang kali ini jauh lebih dewasa.

Jared Bush, yang kini menulis skenario seorang diri setelah sebelumnya bekerja bersama Phil Johnston, juga kembali duduk di kursi sutradara bersama Bryon Howard.

Dengan posisi yang lebih sentral, Bush tampak memasukkan banyak refleksi mengenai dinamika sosial dunia nyata beberapa tahun terakhir, mulai dari diskriminasi hingga permainan kekuasaan yang kotor.

Zootopia 2 tetap tampil dengan visual penuh warna yang memanjakan mata, namun seperti tradisi film animasi modern, lapisan ceritanya jelas ditujukan untuk penonton dewasa. Melalui karakter baru berupa ular bernama Gary De’Snake, Bush menyusun rangkaian misteri yang membawa Judy dan Nick pada konspirasi besar yang menyentuh struktur kekuasaan kota.

Review Zootopia 2: sembilan tahun berselang, kisah polisi kelinci dan rubah datang dengan kisah yang lebih kompleks dan dalam. (foto: Disney/Mistar)

Penyelidikan keduanya membuka tabir kebohongan, distorsi informasi, hingga stigma sosial yang begitu familiar dengan kondisi dunia saat ini—hoaks, isu SARA, dan diskriminasi terstruktur. Seperti film pertamanya yang mengulas upaya makar dalam balutan cerita anak, Zootopia 2 kembali membuktikan bahwa animasi bisa menjadi medium kritik sosial yang efektif.

Bush juga memperluas mitologi kota Zootopia dengan mengulik kembali asal-usul kota tersebut. Pengembangan ini bukan hanya memperkaya dunia dalam film, tetapi juga mengubah cara penonton memaknai Zootopia sebagai simbol keberagaman dan keadilan sosial.

Meski mengangkat isu berat, film ini tetap mempertahankan humor cerdas khas Zootopia. Lelucon muncul organik dari karakter, bukan tempelan semata. Ginnifer Goodwin dan Jason Bateman pun kembali menghidupkan chemistry hangat antara Judy dan Nick, kini sebagai rekan polisi yang hubungan persahabatannya terasa semakin dalam.

Review film: Jared Bush lewat Zootopia 2 memang dengan jelas berpesan bahwa setiap makhluk layak memiliki rumah terlepas dari bentuk dan rupa dirinya. (foto: Disney/Mistar)

Bush juga menghadirkan kembali sosok ikonik Flash Slothmore si kungkang, serta sejumlah karakter baru yang memperkaya cerita dan dunia Zootopia. Sementara itu, kualitas visual garapan Walt Disney Animation Studios tetap menjadi salah satu kekuatan utama, salah satunya saat film memperkenalkan Marsh Market, kota mamalia semi-akuatik yang tampil memukau.

Lewat Zootopia 2, Bush menekankan pesan bahwa setiap makhluk berhak memiliki ruang aman untuk menjadi dirinya sendiri tanpa takut dihakimi. Tema besar yang sederhana, namun ironisnya semakin sulit ditemui dalam kehidupan nyata.

Film ini tetap bisa dinikmati oleh penonton yang belum menyaksikan film pertamanya, meskipun menonton Zootopia (2016) akan memberi konteks yang lebih kuat terhadap hubungan tokoh-tokohnya.

Dengan cerita lebih matang, isu lebih relevan, dan visual yang tetap memanjakan, Zootopia 2 berhasil menjadi sekuel yang bukan hanya menghibur, tetapi juga menyentuh sisi emosional penonton dewasa—sambil tetap memikat hati anak-anak melalui dunia hewan yang menggemaskan. (hm24)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN