The Dog Stars Tayang 28 Agustus 2026, Kisah Survival Ridley Scott

Ilustrasi, The Dog Stars Tayang 28 Agustus 2026, Kisah Survival Ridley Scott. (foto:imdb/mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID (28/8/2026) — The Dog Stars, film fiksi ilmiah pasca-apokalips arahan Ridley Scott, resmi tayang di bioskop pada 28 Agustus 2026. Dibintangi Jacob Elordi, Josh Brolin, Margaret Qualley, dan Guy Pearce, film ini mengadaptasi novel Peter Heller dan mengangkat kisah manusia yang berusaha menemukan kembali harapan setelah pandemi menghancurkan sebagian besar peradaban.
Alih-alih menjadikan kehancuran dunia sebagai sekadar latar aksi, The Dog Stars berfokus pada kehidupan Hig, seorang penyintas yang tinggal di tempat terpencil bersama anjingnya, Jasper, dan Bangley, pria keras berlatar militer.
Kehidupan mereka berubah ketika Hig menangkap sinyal radio misterius. Sinyal itu mendorongnya meninggalkan zona aman dan mencari tahu apakah masih ada kehidupan di luar dunia yang selama ini dikenalnya.
Film produksi 20th Century Studios ini tercatat di Lembaga Sensor Film (LSF) Indonesia dengan genre Drama dan Science Fiction, durasi 118 menit, serta mengandung unsur hiburan dan kekerasan.
Sinopsis The Dog Stars
Cerita The Dog Stars berlangsung setelah pandemi mematikan memusnahkan sebagian besar umat manusia.
Hig, yang diperankan Jacob Elordi, menjalani kehidupan sunyi di sebuah hanggar pesawat terpencil di Colorado. Ia bertahan hidup bersama Jasper, anjing yang menjadi teman terdekatnya, serta Bangley (Josh Brolin), seorang penyintas keras yang sangat berhati-hati terhadap orang asing.
Mereka membangun kehidupan yang relatif aman dengan mengandalkan persediaan, senjata, dan kewaspadaan tinggi. Namun, keamanan tersebut juga membuat kehidupan Hig semakin terisolasi.
Situasi berubah ketika Hig menangkap transmisi radio misterius.
Sinyal tersebut menimbulkan pertanyaan besar: apakah masih ada manusia lain di luar sana? Jika ada, apakah mereka bisa dipercaya? Dan yang lebih penting, apakah masih ada alasan untuk meninggalkan kehidupan yang selama ini sudah dibangun?
Perjalanan Hig kemudian membawanya bertemu dengan penyintas lain, termasuk Cima (Margaret Qualley) dan ayahnya, Pops (Guy Pearce).
Di tengah ancaman kelompok Reapers dan dunia yang kehilangan sebagian besar struktur sosialnya, Hig harus memilih antara tetap bersembunyi demi keselamatan atau mengambil risiko untuk menemukan kemungkinan kehidupan baru. LSF juga menggambarkan ancaman Reapers sebagai bagian dari dunia pasca-apokalips dalam film tersebut.
Di Balik The Dog Stars: Adaptasi Novel Peter Heller
The Dog Stars bukan cerita orisinal yang dibuat khusus untuk layar lebar.
Film ini diadaptasi dari novel berjudul sama karya Peter Heller, yang pertama kali diterbitkan pada 2012. Cerita novelnya mengikuti Hig, Jasper, dan Bangley dalam dunia yang dihancurkan pandemi, sekaligus mengeksplorasi kehilangan, kesendirian, dan kebutuhan manusia untuk tetap terhubung dengan kehidupan.
Untuk versi film, Mark L. Smith menangani skenario. Kredit film juga mencantumkan Peter Heller sebagai penulis buku sumber dan Christopher Wilkinson sebagai penulis.
Heller sendiri menyambut positif adaptasi tersebut. Dalam wawancara terbaru, ia mengungkapkan bahwa pengalaman melihat novelnya diadaptasi oleh Ridley Scott membuatnya sangat emosional.
Ridley Scott Kembali ke Dunia Fiksi Ilmiah
Keterlibatan Ridley Scott menjadi salah satu daya tarik utama The Dog Stars.
Sutradara yang dikenal lewat Alien, Blade Runner, Gladiator, Prometheus, dan The Martian kali ini menghadirkan dunia pasca-pandemi yang tidak bergantung pada elemen supranatural seperti zombie.
Scott mengatakan dirinya awalnya belum mengenal novel Heller ketika menerima skenario adaptasi Mark L. Smith. Namun, setelah membaca sekitar 30 halaman skenario, ia tertarik dengan pendekatan cerita yang lebih emosional dan realistis.
Pendekatan tersebut juga terlihat dari fokus film terhadap kehidupan Hig, hubungannya dengan Jasper, serta pencariannya terhadap manusia lain.
Namun, respons kritikus terhadap film sejauh ini cukup beragam. Sejumlah ulasan memuji visual, atmosfer, dan sisi emosionalnya, sementara kritik lain menilai narasinya kurang kuat, terlalu familiar, atau tidak sepenuhnya menggali kedalaman psikologis karakter.
Jacob Elordi sebagai Hig
Jacob Elordi menjadi pusat cerita sebagai Hig, penyintas yang masih mempertahankan rasa ingin tahu terhadap dunia di luar tempat perlindungannya.
Hig bukan sekadar karakter yang berusaha mencari makanan, mempertahankan tempat tinggal, atau menghindari kelompok berbahaya. Ia juga membawa trauma akibat kehilangan kehidupan lamanya.
Hubungannya dengan Jasper menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan emosional karakter tersebut.
Ridley Scott sendiri menilai hubungan Elordi dengan anjing yang memerankan Jasper sangat penting untuk film. Jasper bukan sekadar hewan pendamping, melainkan bagian dari ingatan Hig terhadap kehidupan sebelum pandemi.
Dalam konteks itu, perjalanan Hig dapat dibaca sebagai pencarian terhadap sesuatu yang lebih besar daripada sekadar keselamatan fisik.
Ia ingin mengetahui apakah masih ada alasan untuk percaya kepada dunia dan manusia lain.
Josh Brolin sebagai Bangley
Josh Brolin memerankan Bangley, sosok penyintas yang jauh lebih keras dan penuh kecurigaan dibanding Hig.
Bangley mengutamakan keamanan, persediaan, pertahanan, dan kewaspadaan terhadap orang asing. Latar belakangnya sebagai mantan personel militer membuat pendekatannya terhadap survival berbeda dengan Hig.
Hubungan keduanya menjadi salah satu sumber konflik utama film.
Hig masih memiliki keinginan untuk mencari kemungkinan kehidupan di luar zona aman mereka. Bangley justru melihat dunia luar sebagai sumber ancaman yang sebaiknya dihindari.
Perbedaan tersebut membuat Hig dan Bangley menjadi dua sisi dari kehidupan setelah bencana: satu mempertahankan kewaspadaan, sementara yang lain masih membuka kemungkinan untuk berharap.
Margaret Qualley sebagai Cima
Margaret Qualley memerankan Cima, salah satu penyintas yang ditemui Hig dalam perjalanannya.
Kehadiran Cima memperluas dunia cerita sekaligus membuka kemungkinan baru bagi Hig untuk kembali membangun hubungan manusiawi.
Hubungan keduanya tidak hanya berkaitan dengan romansa. Keduanya sama-sama membawa pengalaman kehilangan dari dunia sebelum kehancuran.
Karena itu, Cima dapat dipandang sebagai salah satu representasi kemungkinan bahwa kehidupan setelah kiamat tidak harus berhenti pada sekadar bertahan hidup.
Guy Pearce sebagai Pops
Guy Pearce memerankan Pops, ayah Cima yang protektif dan penuh kecurigaan terhadap orang asing.
Berbeda dari Bangley, Pops terutama digerakkan oleh keinginan untuk melindungi keluarganya.
Karakter tersebut memperlihatkan bentuk lain dari survivalisme. Jika Bangley berorientasi pada pertahanan terhadap ancaman, Pops mempunyai tanggung jawab yang lebih personal karena keselamatan Cima ikut menentukan keputusan yang diambilnya.
Pemeran Lain The Dog Stars
Selain Elordi, Brolin, Qualley, dan Pearce, The Dog Stars juga menampilkan sejumlah nama besar.
- Allison Janney sebagai Darlene
- Benedict Wong sebagai Aaron
- Ewen Bremner sebagai Crossbow Hunter
Daftar pemeran dan karakter tersebut tercantum dalam kredit film.
Allison Janney menjadi salah satu pemeran pendukung yang cukup mencuri perhatian. Karakternya juga membawa perubahan suasana ketika cerita memasuki bagian dunia penyintas yang berbeda dari lingkungan Hig dan Bangley.
Jasper dan Makna Judul The Dog Stars
Jasper memiliki posisi khusus dalam cerita.
Dalam wawancara terbaru, Ridley Scott menjelaskan bahwa keberadaan Jasper merupakan salah satu elemen dari novel yang dianggap penting untuk dipertahankan dalam film. Hubungan Hig dengan anjing tersebut berkaitan erat dengan ingatan terhadap istrinya yang telah meninggal.
Scott juga menaruh perhatian pada unsur "stars" dalam judul.
Bintang dan langit menjadi bagian dari hubungan Hig dengan dunia yang tersisa. Dalam kondisi ketika kehidupan modern dan banyak pengetahuan lama telah hilang, aktivitas melihat langit dapat menjadi cara bagi Hig untuk tetap terhubung dengan masa lalu dan imajinasinya.
Karena itu, judul The Dog Stars tidak hanya merujuk pada Jasper dan bintang secara harfiah. Secara interpretatif, keduanya dapat dibaca sebagai bagian dari ingatan dan hubungan Hig dengan kehidupan yang telah hilang.
Bukan Film Zombie, tetapi Ancaman Tetap Datang dari Manusia
Meski berlatar dunia yang dihancurkan pandemi, The Dog Stars bukan film zombie.
Tidak ada makhluk supranatural yang menjadi pusat ancaman. Bahaya terbesar justru datang dari manusia yang tersisa dan kelompok kekerasan seperti Reapers.
Pendekatan tersebut membuat film lebih dekat dengan tradisi cerita survival pasca-apokalips yang mempertanyakan bagaimana manusia berperilaku ketika hukum, pemerintahan, dan struktur sosial telah runtuh.
Ancaman bukan hanya soal virus atau kelangkaan sumber daya, tetapi juga hilangnya rasa aman di antara manusia.
Apa yang Ingin Dibicarakan The Dog Stars?
Di permukaan, The Dog Stars merupakan film tentang bertahan hidup setelah pandemi.
Namun, inti ceritanya lebih personal.
Hig sudah menemukan cara untuk bertahan hidup. Ia memiliki tempat tinggal, makanan, pesawat, senjata, dan Jasper sebagai teman. Masalahnya, semua itu belum tentu cukup untuk membuat hidup terasa berarti.
Sinyal radio kemudian menjadi pemicu perubahan.
Bagi Hig, sinyal tersebut membuka kemungkinan bahwa masih ada manusia lain. Kemungkinan itu sekaligus berarti risiko baru.
Di sinilah konflik Hig dan Bangley menjadi penting. Bangley lebih percaya pada prinsip bertahan hidup dengan menutup diri dari dunia luar, sementara Hig masih ingin mengetahui apakah ada sesuatu yang layak dicari.
Film kemudian mengubah pertanyaan survival menjadi pertanyaan yang lebih manusiawi: ketika dunia lama sudah hilang, apakah bertahan hidup saja sudah cukup?
Sejumlah ulasan terbaru juga melihat film ini sebagai kisah tentang kehilangan, hubungan manusia, dan proses menemukan kembali harapan setelah kehancuran. Namun, tidak semua kritikus menilai tema tersebut berhasil disampaikan secara mendalam.
Kapan The Dog Stars Tayang di Indonesia?
The Dog Stars tayang di bioskop pada 28 Agustus 2026.
Lembaga Sensor Film Indonesia mencatat tanggal tayang tersebut sekaligus mencantumkan durasi film 118 menit, genre Drama dan Science Fiction, bahasa Inggris, serta produksi 20th Century Studios.
Dengan Ridley Scott sebagai sutradara dan Jacob Elordi, Josh Brolin, Margaret Qualley, Guy Pearce, Allison Janney, serta Benedict Wong sebagai pemeran, film ini menawarkan kombinasi antara fiksi ilmiah, survival, drama, dan kisah tentang hubungan manusia.
Pada akhirnya, daya tarik The Dog Stars tidak hanya terletak pada pertanyaan bagaimana manusia bertahan setelah dunia runtuh. Film ini juga mencoba melihat apa yang tersisa setelah seseorang kehilangan hampir semua hal yang pernah membuat hidupnya terasa normal.
Di tengah dunia yang penuh ancaman, Hig masih memiliki Jasper, sinyal radio, dan keinginan untuk mencari manusia lain.
Dan dari situlah pertanyaan terbesar film ini muncul: ketika keselamatan sudah tercapai, apa yang membuat hidup masih layak dijalani?
(berbagaisumber/*/hm27)
NEXT ARTICLE
Cek Harga Tiket Konser BIGBANG 2026-2027





















