Thursday, August 27, 2026
home_banner_first
HIBURAN

Mojoku Hilang! Kisah Adipati Dolken Mencari Sapi dan Menemukan Cinta

Mistar.idJumat, 28 Agustus 2026 pukul 07.30 WIB
mojoku_hilang_kisah_adipati_dolken_mencari_sapi_dan_menemukan_cinta

Ilustrasi, Mojoku Hilang! Kisah Adipati Dolken Mencari Sapi dan Menemukan Cinta. (foto:imdb/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID (27/8/2026) — Film Mojoku Hilang! siap menyapa penonton Indonesia pada 28 Agustus 2026. Film romantis komedi produksi Malaysia ini mempertemukan aktor Indonesia Adipati Dolken dengan aktris Malaysia Mimi Lana dalam kisah pencarian seekor sapi yang ternyata membawa konflik lebih besar tentang cinta, ambisi, dan kehidupan masyarakat desa.

Film arahan Min Lim tersebut sebelumnya telah tayang di Malaysia mulai 23 Juli 2026. Ceritanya mengambil latar pedesaan di Perlis, Malaysia, dengan sekitar 90 persen proses pengambilan gambar dilakukan di negeri paling utara Semenanjung Malaysia itu.

Sinopsis Mojoku Hilang!

Cerita Mojoku Hilang! berpusat pada Adi yang diperankan Adipati Dolken, seorang pekerja korporat di perusahaan peternakan Moo Magic Farms. Adi dikenal ambisius dan memiliki peran penting dalam mempromosikan Mojo, sapi yang menjadi maskot perusahaan sekaligus sensasi di media sosial.

Popularitas Mojo bahkan ikut mendongkrak bisnis perusahaan. Namun, keadaan berubah ketika Mojo tiba-tiba hilang setelah dibawa oleh warga Kampung Semerah Padi sebagai bagian dari perlawanan terhadap rencana pengambilalihan lahan oleh perusahaan.

Adi kemudian mendapat tugas untuk menemukan Mojo dan membawanya kembali. Ia menyamar sebagai warga kampung demi mendapatkan kepercayaan masyarakat sekaligus menjalankan kepentingan perusahaan.

Namun, rencana tersebut tidak berjalan sesuai harapan.

Di tengah penyamarannya, Adi bertemu Ayu yang diperankan Mimi Lana. Ayu merupakan salah satu warga yang berada di garis depan penolakan terhadap rencana perusahaan. Hubungan keduanya pun berkembang, hingga Adi mulai mempertanyakan kembali ambisi dan pilihan hidupnya.

Dengan demikian, kehilangan Mojo menjadi pintu masuk bagi Adi untuk menghadapi persoalan yang jauh lebih besar: memilih antara kepentingan perusahaan yang selama ini ia perjuangkan atau nilai-nilai kehidupan yang baru ia pahami di kampung tersebut.

Adipati Dolken Jadi Adi, Pekerja Korporat yang Terjebak Dilema

Karakter Adi menjadi pusat perkembangan cerita Mojoku Hilang!. Pada awal film, ia digambarkan sebagai sosok yang berorientasi pada karier dan target perusahaan.

Adi bukan tokoh yang sejak awal datang dengan niat menyelesaikan konflik masyarakat. Ia justru memiliki kepentingan korporasi yang harus dijalankan. Karena itu, penyamarannya di kampung menjadi strategi untuk mendapatkan kembali Mojo sekaligus membuka jalan bagi kepentingan perusahaan.

Namun, kedekatannya dengan masyarakat membuat pandangan Adi berubah secara bertahap.

Ia mulai memahami bahwa tanah yang hendak diambil alih perusahaan bukan sekadar aset bisnis. Bagi warga, tanah tersebut berkaitan dengan tempat tinggal, kehidupan, pekerjaan, serta hubungan mereka dengan komunitas.

Perubahan tersebut semakin kuat setelah Adi dekat dengan Ayu. Hubungan keduanya menempatkan Adi dalam posisi yang semakin sulit karena perempuan yang menarik perhatiannya justru berada di pihak yang berseberangan dengan perusahaan tempat ia bekerja.

Karakter Adi pada akhirnya menjadi gambaran seseorang yang harus memilih antara ambisi profesional dan sesuatu yang lebih personal serta bermakna.

Mimi Lana Memerankan Ayu

Mimi Lana berperan sebagai Ayu, perempuan lokal yang menjadi salah satu tokoh penting dalam kehidupan masyarakat kampung sekaligus sosok yang berseberangan dengan kepentingan perusahaan.

Pertemuan Ayu dengan Adi menjadi salah satu sumber konflik utama dalam cerita. Adi datang ke kampung dengan agenda tersembunyi, sementara Ayu memiliki alasan kuat untuk tidak mempercayai pihak perusahaan.

Chemistry keduanya menjadi bagian penting dari unsur romantis film. Sejumlah ulasan menilai hubungan Adi dan Ayu berkembang secara cukup natural dan tidak dibuat berlebihan.

Bagi Mimi Lana sendiri, Mojoku Hilang! menjadi pengalaman penting karena merupakan debutnya dalam genre romantis komedi sekaligus kesempatan beradu peran dengan aktor Indonesia, Adipati Dolken.

Min Lim Duduk di Kursi Sutradara

Mojoku Hilang! disutradarai Min Lim, dengan cerita dan skenario yang dikembangkan bersama sejumlah penulis, di antaranya Honey Ahmad, Amsalan Doraisingam, dan Chi-Ren Choong. Data produksi juga mencatat Double Vision sebagai rumah produksi dengan kolaborasi Astro Shaw, Mocha Chai Laboratories, dan Argo Films.

Min Lim menyebut Mojo pada dasarnya menjadi pemicu yang mempertemukan berbagai karakter dalam cerita. Di balik premis tentang seekor sapi yang hilang, film ini ingin membawa penonton pada persoalan mengenai masyarakat, hubungan antarmanusia, dan pilihan hidup.

Pendekatan tersebut membuat Mojoku Hilang! tidak hanya mengandalkan unsur komedi dari keberadaan Mojo, tetapi juga memasukkan konflik sosial dan romantis sebagai bagian dari perkembangan cerita.

Perlis Menjadi Bagian Penting dari Cerita

Salah satu keunikan Mojoku Hilang! adalah penggunaan Perlis sebagai latar utama.

Sekitar 90 persen proses syuting dilakukan di Perlis, termasuk di kawasan Kampung Wai dan Tasik Timah Tasoh. Lanskap pedesaan, persawahan, dan kehidupan masyarakat setempat kemudian menjadi bagian dari identitas visual film.

Menariknya, Kampung Semerah Padi yang menjadi lokasi utama dalam cerita bukanlah kampung sungguhan. Perkampungan tersebut merupakan set fiktif yang dibangun khusus untuk kebutuhan produksi.

Pembangunan set itu membutuhkan waktu lebih dari tiga minggu dan melibatkan 24 tenaga kerja.

Pilihan tersebut membuat film memiliki dua lapisan lokasi. Perlis menghadirkan lanskap dan budaya yang nyata, sementara Kampung Semerah Padi dibangun sebagai ruang fiksi tempat konflik antara warga dan korporasi berlangsung.

Dialek Perlis Jadi Tantangan bagi Para Pemain

Penggunaan dialek Perlis menjadi elemen lain yang membedakan film ini.

Produksi melibatkan seorang dialect coach untuk membantu para pemain menjaga keaslian dialog. Mimi Lana mengakui dialek Perlis menjadi salah satu tantangan terbesar selama proses pengambilan gambar.

Adipati Dolken juga menghadapi tantangan berbeda. Sebagai aktor Indonesia, ia harus beradaptasi dengan bahasa Melayu yang digunakan dalam film.

Bahkan, proses casting untuk mendapatkan peran Adi tidak berlangsung mudah. Adipati mengaku sampai mengirim sekitar 20 video casting karena merasa kemampuan bahasa Melayunya belum cukup baik.

Setelah mendapatkan peran, tantangan tersebut belum selesai. Dalam proses reading, Adipati masih mendapat bantuan dari Mimi Lana dan pemain lain untuk memahami serta mengucapkan dialog dengan tepat.

Adipati Dolken Bangun Chemistry dengan Sapi Mojo

Fakta unik lain dari Mojoku Hilang! adalah Adipati Dolken tidak hanya harus membangun chemistry dengan Mimi Lana, tetapi juga dengan seekor sapi.

Untuk membuat hubungan Adi dan Mojo terlihat meyakinkan, Adipati ikut merawat sapi tersebut. Ia menceritakan harus bangun pagi untuk memandikan, memberi makan, hingga mengajaknya berbicara.

Rutinitas tersebut dilakukan agar Adipati terbiasa berada di dekat Mojo sebelum kamera mulai merekam.

Proses itu juga menunjukkan bahwa keberadaan Mojo bukan sekadar gimmick dalam film. Sapi tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan karakter Adi sekaligus penggerak utama cerita.

Para Pemeran Mojoku Hilang!

Selain Adipati Dolken dan Mimi Lana, Mojoku Hilang! diperkuat sejumlah aktor Malaysia dan Indonesia.

Di antaranya Wan Hanafi Su, Ahmad Tarmimi Siregar, Aziz M. Osman, Namron, Tony Eusoff, Farah Ahmad, Gambit Saifullah, Haeriyanto Hassan, Seha Monica, dan Ayu Azlina. Film ini juga menghadirkan Atilia Haron serta Alif Satar & The Locos.

Kehadiran para aktor senior turut membantu membangun atmosfer kehidupan kampung. Sejumlah karakter pendukung tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap cerita, tetapi juga memberikan warna komedi dan memperkuat gambaran tentang kehidupan komunitas di Kampung Semerah Padi.

Mojo Bukan Sekadar Sapi yang Hilang

Di balik judulnya yang sederhana, Mojoku Hilang! sebenarnya menggunakan Mojo sebagai alat untuk mempertemukan dua dunia yang berbeda.

Di satu sisi terdapat dunia korporasi yang melihat tanah dan peternakan sebagai bagian dari ekspansi bisnis. Di sisi lain ada masyarakat yang memandang tanah sebagai ruang hidup yang memiliki nilai sosial dan emosional.

Adi berada tepat di tengah-tengah konflik tersebut.

Awalnya ia hanya ingin menyelesaikan tugas dan mendapatkan kembali Mojo. Namun, semakin lama berada di tengah masyarakat, semakin sulit baginya mempertahankan cara pandang lama.

Karena itu, perjalanan mencari Mojo sebenarnya juga menjadi perjalanan Adi menemukan kembali dirinya sendiri.

Mojo yang hilang membawa Adi ke sebuah tempat yang justru membuatnya mempertanyakan apa yang selama ini ia kejar.

Persoalan tersebut membuat film memiliki lapisan cerita yang lebih luas daripada sekadar komedi romantis. Kisah cintanya tetap menjadi daya tarik utama, tetapi konflik mengenai tanah, komunitas, ambisi, dan identitas memberikan konteks yang membuat perjalanan Adi terasa lebih berarti.

Kapan Mojoku Hilang! Tayang di Indonesia?

Mojoku Hilang! telah tayang di bioskop Malaysia sejak 23 Juli 2026. Film ini kemudian dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 28 Agustus 2026.

Dengan durasi sekitar 2 jam 19 menit, film ini mengusung genre drama, komedi, dan romantis. Penonton Indonesia dapat melihat debut Adipati Dolken di perfilman Malaysia sekaligus chemistry-nya dengan Mimi Lana dalam kisah yang mengambil Perlis sebagai bagian penting dari latar cerita.

Pada akhirnya, Mojoku Hilang! menawarkan cerita tentang sapi yang hilang sebagai premis awal, tetapi membawa Adi pada persoalan yang jauh lebih manusiawi: cinta, keluarga, komunitas, ambisi, dan pilihan mengenai tempat yang layak disebut rumah.

(berbagaisumber/*/hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN