Friday, June 5, 2026
home_banner_first
HIBURAN

Kontroversi Surrogasi Meghan Trainor: Bayi Baru Lahir dan Isu Etika Praktik Ibu Pengganti

Mistar.idKamis, 22 Januari 2026 20.31
journalist-avatar-top
kontroversi_surrogasi_meghan_trainor_bayi_baru_lahir_dan_isu_etika_praktik_ibu_pengganti

Meghan Trainor gendong bayi (Foto: Istimewa/Mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Trainor membagikan momen intim dengan bayi barunya di media sosial, menampilkan interaksi kulit ke kulit. Namun, ia menegaskan bahwa bayi tersebut dikandung oleh wanita lain, bukan oleh dirinya sendiri. Reaksi daring beragam: beberapa penggemar menyambut hangat, tetapi banyak juga mengekspresikan ketidaknyamanan terkait praktik surrogasi.

Perubahan Persepsi Terhadap Surrogasi

Sepuluh tahun lalu, surrogasi sering dipandang glamor dan progresif, apalagi bila melibatkan selebriti. Namun, pada 2026, persepsi publik semakin kritis. Banyak yang menyoroti sisi psikologis dan etis dari pemisahan bayi dengan ibu kandungnya sejak lahir.

Isu Psikologis dan Kesejahteraan Bayi

Psikolog menekankan bahwa pemisahan dini dari ibu biologis bisa berdampak pada bayi, termasuk potensi gangguan stres, keterikatan, dan perkembangan emosional. Anak-anak yang lahir melalui surrogasi komersial dapat menghadapi risiko trauma yang disengaja sebagai bagian dari pengaturan kontrak.

Perbandingan Surrogasi dan Adopsi

Para pendukung surrogasi sering membandingkan dengan adopsi. Bedanya, adopsi biasanya mengutamakan kebutuhan anak dengan tujuan menyembuhkan luka, sedangkan surrogasi sengaja menempatkan bayi pada pengasuhan pihak yang memesan demi memenuhi keinginan orang dewasa, sehingga potensi trauma lebih tinggi.

Kontroversi Etika dan Kekuatan Finansial

Surrogasi komersial menimbulkan kekhawatiran tentang dinamika kekuasaan. Ibu pengganti sering berasal dari negara berpenghasilan rendah, sementara orang yang memesan anak memiliki kemampuan finansial lebih tinggi. Hal ini memunculkan pertanyaan etis terkait eksploitasi dan ketimpangan sosial.

Regulasi dan Batasan

Beberapa negara, seperti Inggris, hanya memperbolehkan surrogasi bersifat altruistik dengan kompensasi terbatas untuk biaya kehamilan. Namun, kontroversi tetap muncul karena bayi mengenal ibu kandungnya secara biologis dan membutuhkan ikatan tersebut sejak lahir.

Pandangan Ahli

Seiring meningkatnya kesadaran publik, praktik surrogasi komersial dipandang bukan sekadar inovasi reproduksi, tetapi juga menimbulkan dilema etis yang kompleks. Laporan PBB dan sejumlah negara Eropa mulai mendorong pembatasan atau larangan surrogasi komersial demi perlindungan anak dan ibu pengganti.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN