Sunday, August 23, 2026
home_banner_first
HIBURAN

Dituding Antisemit, Mark Ruffalo Balik Serang Paramount

Mistar.idMinggu, 23 Agustus 2026 pukul 20.39 WIB
dituding_antisemit_mark_ruffalo_balik_serang_paramount

Dituding Antisemit, Mark Ruffalo Balik Serang Paramount

news_banner

Los Angeles, MISTAR.ID - Mark Ruffalo membantah tudingan antisemit yang dilontarkan Paramount setelah ia mengkritik keterkaitan Oracle dengan perang Israel-Gaza serta rencana akuisisi Warner Bros. senilai US$111 miliar.

“Tuduhan bahwa saya antisemit sangat keterlaluan dan pada dasarnya tidak jujur,” tulis Ruffalo di X, seperti dilansir The Hollywood Reporter, Sabtu (22/8/2026).

Ruffalo menegaskan mengkritik tindakan pemerintah Israel, kontrak teknologi militer, maupun para eksekutif perusahaan yang memasok teknologi tersebut tidak sama dengan menyerang orang Yahudi.

Polemik bermula setelah aktor pemeran Hulk itu membagikan video tahun 2024 yang menampilkan mantan petinggi Oracle, Safra Catz, membahas “teknologi yang sangat menakutkan” yang dikembangkan perusahaan tersebut dalam konteks perang Israel-Gaza.

Ruffalo kemudian mengaitkan teknologi Oracle dengan operasi Israel di Gaza yang ia sebut sebagai “genosida” dan bagian dari “sistem apartheid”. Ia juga menyoroti keterlibatan keluarga Ellison dalam rencana merger Paramount-Warner Bros.

Menurut Ruffalo, transaksi tersebut berpotensi menyerahkan kendali atas CNN, HBO, dan Warner Bros. kepada satu keluarga. Ia menilai dampaknya tidak hanya menyangkut bisnis hiburan, tetapi juga kebebasan editorial, keamanan nasional, hingga mata pencaharian ribuan pekerja.

Ruffalo turut mempertanyakan sebagian pendanaan asing dalam kesepakatan tersebut dan menilai pengaruhnya terhadap keputusan editorial belum dijelaskan secara terbuka kepada publik. Ia menyebut sejumlah anggota parlemen dari kedua kubu politik juga telah meminta peninjauan terkait keamanan nasional.

Paramount sebelumnya mengecam pernyataan Ruffalo dan menyebutnya mengandung stereotip antisemit. Perusahaan juga menilai penggunaan istilah “genosida” dan “apartheid” dalam perdebatan mengenai transaksi korporasi telah melewati batas.

“Kami meminta itikad baik yang sama seperti yang kami berikan: kurangi retorika, perbanyak pemahaman,” kata Paramount.

Ruffalo tetap menolak tudingan tersebut. Ia menegaskan pandangan politiknya tidak boleh ditafsirkan sebagai permusuhan terhadap orang Yahudi yang menurutnya memiliki pengaruh besar dalam kehidupan, karier, dan aktivismenya.

Di luar polemik itu, merger Paramount-Warner Bros. masih menghadapi gugatan antimonopoli yang diajukan 12 jaksa agung negara bagian. Paramount menyebut gugatan tersebut sebagai hambatan terakhir setelah transaksi mendapat persetujuan regulator global.

Sejumlah pejabat California, termasuk Gubernur Gavin Newsom dan Jaksa Agung Rob Bonta, telah mendukung pembicaraan penyelesaian sengketa. Namun Ruffalo meminta merger tidak diteruskan sebelum persoalan persaingan usaha, keamanan nasional, dan kebebasan editorial diperiksa secara menyeluruh. (*)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN