Thursday, June 4, 2026
home_banner_first
HIBURAN

Dilan ITB 1997: Sinopsis, Jadwal Tayang, Pemeran hingga Isu Soeharto di Film Terbaru

Mistar.idSabtu, 4 April 2026 13.14
journalist-avatar-top
dilan_itb_1997_sinopsis_jadwal_tayang_pemeran_hingga_isu_soeharto_di_film_terbaru

Ilustrasi, Dilan ITB 1997: Sinopsis, Jadwal Tayang, Pemeran hingga Isu Soeharto di Film Terbaru. (foto:idmb/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Kisah Dilan kembali berlanjut. Setelah sukses dengan trilogi sebelumnya, semesta cerita karya Pidi Baiq kini memasuki fase baru lewat film Dilan ITB 1997. Jika sebelumnya publik mengenal Dilan sebagai panglima geng motor di bangku SMA, kali ini ia tampil sebagai mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) di tengah situasi Indonesia yang tengah bergejolak menjelang Reformasi.

Film ini dijadwalkan tayang di bioskop seluruh Indonesia pada 30 April 2026 dan diprediksi menjadi salah satu film nasional yang paling dinanti tahun ini.

Apa Itu Film Dilan ITB 1997?

Film Dilan ITB 1997 merupakan kelanjutan kisah Dilan saat memasuki masa kuliah. Latar waktu yang digunakan adalah tahun 1997, periode penting dalam sejarah Indonesia karena menjadi masa transisi menuju runtuhnya Orde Baru.

Tak hanya mengusung drama romantis, film ini juga memadukan unsur coming-of-age dan drama sosial-politik. Penonton diajak melihat bagaimana Dilan menghadapi dinamika kehidupan kampus, konflik cinta, hingga situasi sosial yang memanas di penghujung era 90-an.

Sinopsis Dilan ITB 1997

Dalam film ini, Dilan yang diperankan oleh Ariel NOAH digambarkan telah menjadi mahasiswa ITB. Ia tak lagi identik dengan seragam SMA dan geng motor, melainkan sosok muda dengan idealisme serta pemikiran yang lebih matang.

Di bangku kuliah, Dilan menjalin hubungan dengan Ancika. Namun, bayang-bayang masa lalunya bersama Milea kembali hadir dan memicu konflik emosional. Pergulatan batin antara cinta lama dan hubungan baru menjadi inti drama cerita.

Di sisi lain, suasana kampus 1997 tak lepas dari diskusi kritis mahasiswa, keresahan sosial, hingga situasi politik nasional yang kian memanas. Film ini menghadirkan latar historis yang memperkaya perjalanan karakter Dilan menuju kedewasaan.

Produksi, Sutradara dan Daftar Pemeran

Film ini diproduksi oleh Falcon Pictures dan disutradarai oleh Fajar Bustomi, yang sebelumnya juga menggarap film-film Dilan terdahulu. Kreator Dilan, Pidi Baiq, turut terlibat dalam pengembangan cerita.

Sejumlah nama besar ikut membintangi film ini, di antaranya:

- Ariel NOAH sebagai Dilan

- Niken Anjani sebagai Ancika

- Raline Shah sebagai Milea versi dewasa

- Ira Wibowo sebagai Bunda Dilan

Pemilihan Ariel NOAH sebagai Dilan versi dewasa sempat menjadi perbincangan publik karena menghadirkan nuansa baru dalam karakter yang sebelumnya identik dengan sosok remaja SMA.

Lokasi Syuting: Bandung Jadi Pusat Cerita

Proses syuting film ini berlangsung pada akhir 2025 hingga awal 2026 dengan mengambil lokasi utama di Bandung, khususnya area kampus Institut Teknologi Bandung.

Suasana kampus, lorong kelas, kantin, hingga sudut-sudut kota Bandung direkonstruksi untuk menghadirkan atmosfer era 1990-an yang autentik. Detail properti, kostum, hingga gaya visual dibuat mendekati kondisi Indonesia menjelang Reformasi.

Benarkah Film Ini Menyinggung Soeharto?

Karena berlatar tahun 1997, banyak penonton bertanya apakah film ini akan menyinggung sosok Presiden ke-2 RI, Soeharto.

Secara kontekstual, film ini memang mengambil latar masa-masa akhir pemerintahan Orde Baru. Situasi politik, diskusi mahasiswa, dan atmosfer menjelang Reformasi menjadi bagian dari latar cerita. Namun, fokus utama film tetap pada perjalanan pribadi Dilan—bukan film biopik atau drama politik secara langsung.

Isu mengenai Soeharto hadir sebagai konteks zaman, bukan sebagai pusat narasi.

Sorotan Unggulan Film Dilan ITB 1997

1. Evolusi Karakter Dilan

Penonton akan melihat transformasi Dilan dari remaja pemberontak menjadi mahasiswa dengan perspektif hidup yang lebih luas.

2. Drama Cinta Lebih Dewasa

Konflik cinta antara Dilan, Ancika, dan Milea menghadirkan dinamika emosional yang lebih kompleks dibanding film sebelumnya.

3. Nuansa Era 90-an yang Kental

Film ini tidak hanya menjual nostalgia romansa, tetapi juga menghadirkan potret suasana sosial Indonesia menjelang Reformasi 1998.

4. Casting yang Berbeda dari Trilogi Awal

Kehadiran Ariel NOAH dan Raline Shah membawa interpretasi baru terhadap karakter ikonik Dilan dan Milea.

Kesimpulan: Dilan ITB 1997 bukan sekadar kelanjutan kisah cinta remaja. Film ini menawarkan babak baru perjalanan Dilan dengan latar sejarah penting Indonesia. Perpaduan romansa, konflik emosional, dan nuansa sosial-politik menjadikan film ini sebagai salah satu tontonan yang layak dinantikan pada 2026.

Apakah Dilan akan memilih masa lalunya atau melangkah ke masa depan? Jawabannya akan terungkap saat film ini tayang di bioskop mulai 30 April 2026.

(berbagaisumber/ai/hm27)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN