Monday, July 20, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Transaksi Saham di Sumut Capai Rp25,98 Triliun pada Awal 2026

Mistar.idMinggu, 8 Maret 2026 pukul 12.43 WIB
transaksi_saham_di_sumut_capai_rp2598_triliun_pada_awal_2026

Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Sumatera Utara, M. Pintor Nasution. (Foto: Istimewa)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Aktivitas pasar modal di Sumatera Utara (Sumut) menunjukkan peningkatan signifikan pada awal 2026. Nilai transaksi saham di wilayah ini tercatat mencapai Rp25,98 triliun hingga Januari 2026.

Angka tersebut meningkat 159,6 persen dibandingkan periode yang sama pada Januari 2025 yang hanya sekitar Rp10 triliun.

Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Sumut, M. Pintor Nasution, mengatakan peningkatan tersebut mencerminkan tingginya aktivitas transaksi investor selama setahun terakhir.

Menurutnya, sepanjang 2025 kinerja investasi saham cenderung positif sehingga lebih banyak investor yang memperoleh keuntungan dibandingkan yang mengalami kerugian.

"Selain peningkatan nilai transaksi, BEI Sumut juga mencatat perubahan komposisi investor. Saat ini investor didominasi kalangan generasi muda atau Gen Z yang berusia di bawah 30 tahun dengan porsi sekitar 30 persen dari total investor," katanya dalam keterangan resminya, Minggu (8/3/2026).

Pintor menjelaskan, meningkatnya minat generasi muda terhadap investasi dipengaruhi kemudahan akses informasi melalui media sosial serta mulai masuknya materi industri keuangan dalam kurikulum pendidikan di tingkat SMA dan SMK.

Ia juga menyebutkan bahwa investor domestik kini semakin mendominasi aktivitas pasar modal di daerah tersebut, tidak lagi terlalu bergantung pada pergerakan investor asing.

"Meski demikian, dari sisi nilai aset, investor berusia 40 tahun ke atas masih memegang porsi terbesar karena memiliki kemampuan finansial yang lebih kuat," tuturnya.

Berdasarkan data BEI Sumut, jumlah investor pasar modal di provinsi ini hingga Januari 2026 mencapai sekitar 1,4 juta Single Investor Identification (SID). Dari jumlah tersebut, sebanyak 401.723 SID merupakan investor saham.

Sementara itu, penyebaran investor masih didominasi wilayah perkotaan. Lima daerah dengan jumlah investor terbesar di Sumut yaitu Kota Medan dengan kontribusi 41 persen, disusul Deli Serdang, Simalungun, Pematang Siantar, dan Langkat.

Sumut juga tercatat sebagai provinsi dengan pertumbuhan pasar modal tertinggi di luar Pulau Jawa. Untuk mendorong pemerataan investor, BEI Sumut menjadikan peningkatan literasi keuangan sebagai fokus utama program pada 2026. Edukasi pasar modal akan diperluas hingga ke daerah seperti Nias dan Mandailing Natal.

BEI Sumut juga akan melanjutkan kerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPKAD), serta menambah Galeri Investasi yang saat ini telah berjumlah 26 titik.

Di sisi lain, BEI Sumut menargetkan pelaksanaan 24 kegiatan sosialisasi sepanjang 2026 guna mendorong lahirnya perusahaan baru yang melantai di bursa. Sebanyak 12 perusahaan juga disiapkan untuk mengikuti coaching clinic penawaran saham perdana atau IPO pada Mei mendatang.

Pintor berharap investasi di pasar modal dapat menjadi bagian dari perencanaan keuangan masyarakat di Sumut.

“Harapannya, investasi tidak hanya menjadi tren, tetapi menjadi budaya dalam pengelolaan keuangan keluarga,” ujarnya. (hm25)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN