Thursday, June 4, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Transaksi Kripto RI Turun ke Rp22,24 Triliun

Mistar.idSelasa, 5 Mei 2026 18.26
journalist-avatar-top
transaksi_kripto_ri_turun_ke_rp2224_triliun

Ilustrasi. (foto: iStockphoto/mistar)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat nilai transaksi aset kripto di Indonesia mengalami penurunan pada Maret 2026. Total transaksi tercatat sebesar Rp22,24 triliun, turun sekitar 8% dibandingkan Februari 2026 yang mencapai Rp24,33 triliun.

Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan dan Aset Kripto OJK, Adi Budiarso, menjelaskan penurunan ini terjadi di tengah kondisi pasar yang masih berfluktuasi. Meski demikian, ia menilai tingkat kepercayaan masyarakat terhadap ekosistem aset digital tetap stabil.

“Pada Maret 2026 nilai transaksi kripto mencapai Rp22,24 triliun, sementara transaksi derivatif aset keuangan digital sebesar Rp5,80 triliun. Di tengah fluktuasi, kepercayaan konsumen masih terjaga,” ujarnya dalam konferensi pers, Selasa (5/5/2026).

Kepercayaan tersebut, lanjut Adi, tercermin dari jumlah pengguna yang terus meningkat. Hingga Maret 2026, total akun investor kripto mencapai 21,37 juta, atau tumbuh 1,43% dibandingkan bulan sebelumnya.

Di sisi lain, perkembangan inovasi teknologi sektor keuangan (ITSK) juga menunjukkan aktivitas yang cukup dinamis. Hingga April 2026, OJK telah menerima 323 permintaan konsultasi dari calon peserta sandbox.

Saat ini terdapat lima peserta yang tengah menjalani uji coba sandbox, terdiri dari empat penyelenggara berbasis aset emas digital dan kripto, serta satu pendukung pasar.

Sebelumnya, empat peserta lain dengan model bisnis tokenisasi emas, surat berharga, dan kepemilikan properti telah dinyatakan lolos uji coba, sementara satu peserta di bidang identitas digital tidak memenuhi kriteria.

Selain itu, tercatat delapan penyelenggara pemeringkat kredit alternatif dan 17 agregator jasa keuangan yang telah terdaftar di OJK. Mereka telah menjalin sekitar 1.300 kemitraan dengan berbagai lembaga jasa keuangan.

Selama Maret 2026, nilai transaksi yang berhasil difasilitasi penyelenggara ITSK mencapai Rp2,11 triliun, dengan total pengguna sekitar 17,17 juta di seluruh Indonesia. Sementara itu, permintaan data skor kredit alternatif tercatat mencapai 25,91 juta permintaan (hit).

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN