Friday, June 5, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Bitcoin Sempat Anjlok ke US$60 Ribu, Pasar Kripto Diliputi Ketakutan Ekstrem

Mistar.idJumat, 6 Februari 2026 16.39
journalist-avatar-top
bitcoin_sempat_anjlok_ke_us60_ribu_pasar_kripto_diliputi_ketakutan_ekstrem

Bitcoin (Foto: Istimewa/Mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Harga Bitcoin sempat menyentuh level terendah di kisaran US$60.299 atau sekitar Rp1,01 miliar, memicu kekhawatiran baru di pasar aset digital global. Tekanan jual ini berpotensi mengubah dinamika jangka panjang seiring banyaknya pedagang yang melepas posisi lindung nilai (hedging).

Tekanan pasar terjadi bersamaan dengan jatuh tempo kontrak opsi Bitcoin senilai US$2,2 miliar. Jika digabungkan dengan kontrak opsi Ethereum senilai sekitar US$419 juta, total nilai kedaluwarsa opsi dua aset kripto terbesar tersebut menembus US$2,6 miliar.

Analis dari Greeks mencatat bahwa pasar tengah mengalami fase repositioning, ditandai dengan lonjakan volatilitas dan meningkatnya langkah trader untuk melindungi portofolio mereka.

“Kisaran US$60.000 untuk Bitcoin merupakan zona konsolidasi sebelum reli besar sebelumnya. Area ini masih menunjukkan dukungan yang relatif kuat dan berpotensi menjadi peluang beli jika terjadi penurunan tajam,” tulis analis Greeks seperti dikutip dari BeInCrypto, Jumat (6/2/2026).

Meski demikian, hingga pukul 13.20 WIB, harga Bitcoin mulai mengalami pemulihan terbatas dan bertahan di kisaran US$65.774 atau sekitar Rp1,1 miliar. Namun, sentimen pasar masih dibayangi ketidakpastian.

Hal ini tercermin dari Fear and Greed Index yang berada di angka 5 dari 100, menurut data CoinMarketCap, yang menandakan kondisi ketakutan ekstrem di kalangan pelaku pasar kripto.

Fear and Greed Index digunakan untuk mengukur sentimen investor, di mana angka 0 menunjukkan pesimisme mendalam, sementara 100 mencerminkan optimisme tinggi. Level saat ini menandakan investor cenderung menahan diri dan bersikap defensif.

Tekanan lanjutan membuat Bitcoin semakin jauh dari rekor harga tertingginya (all time high/ATH) yang tercapai pada Oktober tahun lalu. Keraguan terhadap peran Bitcoin sebagai aset lindung nilai turut memperdalam tekanan jual.

Menurut laporan Bloomberg News, harga Bitcoin bahkan sempat turun hingga US$60.033, menjadi level terendah sejak Oktober 2024. Pelemahan ini juga dipicu meningkatnya ketegangan geopolitik yang mengguncang pasar keuangan global.

“Ketakutan dan ketidakpastian sangat terasa. Tanpa pembeli yang yakin untuk masuk, setiap gelombang penarikan ETF dan likuidasi akan terus berlanjut,” ujar Chris Newhouse, Kepala Pengembangan Bisnis di Ergonia.

Senada dengan itu, Shiliang Tang, Managing Partner Monarq Asset Management, menilai pasar kripto tengah menghadapi krisis kepercayaan. Sementara analis FxPro Alex Kuptsikevich menyebut level harga saat ini kembali ke area resistensi kuat yang terbentuk sepanjang Maret hingga Oktober 2024, sekaligus membuka ruang bagi pemburu harga murah.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN