Tarif Promo Lebaran 2026: Tiket KA Medan-Rantau Prapat Sebaliknya Dibanderol Rp119 Ribu

Masyarakat pengguna moda transportasi kereta api. (foto: PT KAI Divre I Sumut/Mistar)
Medan, MISTAR.ID
Kabar gembira bagi masyarakat Sumatera Utara (Sumut) yang berencana melakukan perjalanan mudik Idulfitri 1447 H. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divre I Sumut resmi menyediakan 10.176 tempat duduk dengan tarif promo sebagai bagian dari stimulus ekonomi nasional pada Triwulan I 2026.
Kebijakan ini merupakan instruksi pemerintah untuk menjaga daya beli publik dengan memberikan relaksasi harga sebesar 30 persen untuk perjalanan periode 14 hingga 29 Maret 2026.
Plt Manager Humas KAI Divre I Sumut, Anwar Yuli Prastyo, mengatakan alokasi kursi ini disiapkan khusus untuk membantu warga yang ingin pulang kampung dengan biaya lebih terjangkau.
"Guna mendukung kebijakan stimulus tersebut, KAI di wilayah Sumut menyediakan 10.176 tempat duduk yang dapat dimanfaatkan oleh warga selama masa angkutan mudik. Ini adalah langkah strategis untuk mengelola mobilitas nasional selama momentum Lebaran," ujar Anwar, Jumat (20/2/2026).
Potongan harga khusus ini dialokasikan pada layanan KA Sribilah Utama Fakultatif relasi Medan – Rantau Prapat (PP). Dengan adanya insentif ini, harga tiket yang semula dibanderol Rp170.000, kini turun menjadi Rp119.000.
Setiap harinya, KAI menyediakan total 636 kursi promo yang terbagi rata untuk dua titik keberangkatan utama, yaitu Stasiun Medan 318 tempat duduk per hari dan Stasiun Rantau Prapat 318 tempat duduk per hari.
“Penyesuaian tarif tersebut menjadi bantuan nyata bagi pemudik agar tidak terbebani biaya transportasi yang tinggi. KA Sribilah Utama Fakultatif sendiri memiliki kapasitas angkut 446 penumpang dalam sekali perjalanan dengan rangkaian kelas bisnis dan ekonomi,” ucap Anwar.
Masyarakat yang ingin memanfaatkan promo ini sudah dapat melakukan pemesanan melalui aplikasi Access by KAI, laman resmi booking.kai.id, maupun kanal penjualan resmi lainnya yang telah bekerja sama dengan KAI.
KAI optimis dengan ongkos yang lebih murah, mobilitas warga tidak hanya akan memperlancar tradisi mudik, tetapi juga mampu memacu pertumbuhan ekonomi di sektor pariwisata dan konsumsi di wilayah Sumut.
“Kami sepenuhnya menyokong stimulus ekonomi ini. Melalui harga yang lebih terjangkau, kami optimistis tren pertumbuhan ekonomi di Sumatera Utara tetap stabil meski di masa libur panjang,” ujar Anwar.





















