Targetkan Investasi Rp1.682 Triliun, Pemerintah Pacu Pengembangan Energi Hijau

Sejumlah petugas Pertamina melakukan pemeriksaan pengerjaan proyek Pambangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), di Rumah Sakit Pertamina Cilacap, Jawa Tengah. (foto: Antara/Mistar)
Jakarta, MISTAR.ID
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan masuknya investasi sebesar Rp1.682 triliun untuk pengembangan energi baru terbarukan (EBT) dalam kurun waktu 10 tahun ke depan. Target tersebut selaras dengan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034.
Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, mengatakan sebagian besar dana investasi itu diharapkan berasal dari sektor swasta.
“Dalam RUPTL 10 tahun, investasi yang ditargetkan mencapai Rp1.682 triliun dan sekitar 70 persen diharapkan berasal dari swasta,” ujar Eniya dalam acara EVolution Indonesia Forum di Jakarta Selatan, Selasa (3/2/2026).
Apabila target investasi tersebut terealisasi, Indonesia berpotensi menciptakan sekitar 760 ribu lapangan kerja hijau yang berkontribusi langsung terhadap pelestarian lingkungan.
“Kami berharap tercipta green jobs dan tentu membutuhkan SDM dengan keterampilan yang mumpuni. Perkiraannya ada sekitar 760 ribu tenaga kerja yang terserap di sektor pekerjaan hijau,” katanya.
Menurut Eniya, komitmen pemerintah dalam mendorong pemanfaatan EBT semakin kuat, terutama setelah diterbitkannya Peraturan Menteri ESDM Nomor 10 Tahun 2025 yang menjadi landasan percepatan transisi energi nasional.
“Melalui regulasi ini, seluruh sektor dapat terlibat, termasuk penerapan teknologi co-firing, pengurangan penggunaan BBM, serta pengurangan pemakaian diesel,” ucapnya.
Sepanjang tahun 2025, pemerintah juga berhasil menambah kapasitas energi hijau sebesar 1,3 gigawatt (GW). Pencapaian ini mendorong porsi energi bersih dalam bauran ketenagalistrikan nasional melampaui 16 persen.
Eniya menilai capaian tersebut menunjukkan Indonesia berada di jalur yang tepat dalam pengembangan energi terbarukan guna mencapai net zero emission pada 2060.
“Belum pernah sebelumnya penambahan kapasitas EBT mencapai 1,3 GW dalam satu tahun. Realisasi ini juga berkontribusi pada penurunan emisi hingga 82,47 juta ton,” tuturnya.
PREVIOUS ARTICLE
Rapat Direksi BEI Tetapkan Jeffrey Hendrik sebagai PJS Dirut





















