Stok Beras Sumut Capai 58 Ribu Ton, Bulog Pastikan Pasokan Aman Hadapi Dampak El Nino

Pekerja memikul karung berisi beras di Gudang Bulog Pulo Brayan. (Foto: dok Mistar)
Medan, MISTAR.ID
Perum Bulog Kantor Wilayah (Kanwil) Sumatera Utara (Sumut) memastikan stok beras untuk kebutuhan masyarakat dalam kondisi aman seiring dengan masuknya masa panen raya di sejumlah daerah. Hingga saat ini, Bulog terus melakukan penyerapan gabah petani guna memperkuat cadangan pangan nasional di daerah.
Pimpinan Wilayah Bulog Kanwil Sumut, Budi Cahyanto, mengungkapkan saat ini stok beras yang tersedia di gudang Bulog mencapai 58.000 ton. Jumlah ini dipastikan akan terus bertambah menyusul adanya pengajuan pasokan baru yang masuk ke sistem.
Budi menjelaskan bahwa proses penyerapan gabah dari petani di wilayah Sumatera Utara masih berjalan sangat produktif dan belum menunjukkan adanya gangguan pasokan.
"Sudah panen rata-rata di Sumut. Saat ini di Bulog ada 58.000 ton dan ada 27.000 ton pengajuan yang hari ini masuk sambil terus kita serap. Serapan kita sejauh ini belum terganggu, rata-rata mencapai 400 sampai 600 ton gabah per harinya," kata Budi, Kamis (16/4/2026).
Beberapa wilayah yang tengah memasuki masa panen raya antara lain Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, Langkat, Deli Serdang, dan Tapanuli. Kondisi ini membuat pasokan beras di Sumatera Utara tetap berada pada level normal tanpa ada penurunan volume.
Meskipun stok melimpah, Bulog tetap waspada terhadap potensi dampak fenomena El Nino yang diprediksi mulai terasa pada periode Juni hingga Juli mendatang. Untuk mencegah lonjakan harga beras, Bulog telah meningkatkan asumsi penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
"Rata-rata penyaluran SPHP standarnya sekitar 5.000 sampai 6.000 ton, namun sebagai langkah antisipasi kenaikan harga akibat El Nino, kami asumsikan penyaluran di angka 9.000 hingga 11.000 ton per bulan. Penyaluran Bantuan Pangan (Bapang) hari ini juga terus berjalan dengan pagu 35.000 ton," ujar Budi.
Stok beras yang dikelola Bulog saat ini diklaim mampu memenuhi sekitar 60 persen dari total kebutuhan masyarakat Sumatera Utara. Di sisi lain, untuk stok komersial, Bulog hanya memiliki sekitar 500 ton karena sifatnya yang langsung disalurkan ke pasar (buy and sell).
Terkait distribusi, Budi menegaskan bahwa Bulog fokus memasok komoditas beras dan minyak goreng ke seluruh segmen pasar guna menjaga stabilitas harga secara menyeluruh.
"Faktor utama kita adalah memasok ke seluruh pasar, jadi tidak ada yang kita cegah. Kami masih memasok beras dan minyak ke seluruh pasar, termasuk ritel modern. Namun, saat ini prioritas utama kami tetap pasar-pasar tradisional," ucapnya.
Hingga saat ini, secara nasional stok beras tergolong sangat tinggi mencapai 4,5 juta ton, sehingga masyarakat Sumatera Utara diimbau untuk tidak khawatir akan ketersediaan pangan dalam beberapa bulan ke depan.

















