Stok Beras Bulog Sumut 61 Ribu Ton, Aman hingga Iduladha 2026

Pimpinan Wilayah Bulog Sumut, Budi Cahyanto (tengah), saat diwawancarai wartawan. (Foto: Amita/mistar)
Medan, MISTAR.ID
Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara memastikan ketahanan pangan di wilayah Sumut dalam kondisi sangat kuat. Saat ini, stok beras yang tersimpan di gudang-gudang Bulog di seluruh kabupaten/kota mencapai puluhan ribu ton, cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga Iduladha 2026.
Pimpinan Wilayah Bulog Sumut, Budi Cahyanto, mengungkapkan proses penguatan stok terus dilakukan, baik melalui kiriman dari wilayah lain maupun penyerapan hasil panen petani lokal.
Budi merinci dari total stok yang ada, sebagian besar akan dialokasikan untuk program bantuan pangan pemerintah serta stabilisasi harga di pasar.
“Kurang lebih ada 61.000 ton di gudang kita di seluruh wilayah Sumatera Utara. Stok ini kami proyeksikan kuat sampai empat bulan ke depan. Saat ini, untuk bantuan pangan target kita sekitar 35.000 ton, sudah disalurkan 6.000 ton, jadi sisa kekurangannya sekitar 29.000 ton lagi,” kata Budi, Rabu (22/4/2026).
Ia menambahkan, sebelum stok menipis, Bulog akan terus menambah pasokan dan melakukan penyerapan agar cadangan pangan tetap berada di level aman, terutama menjelang hari besar keagamaan.
Meskipun masih beberapa bulan ke depan, Bulog Sumut sudah mulai memetakan kebutuhan pangan untuk hari raya Iduladha. Budi optimistis masyarakat tidak perlu khawatir akan kelangkaan atau lonjakan harga beras yang ekstrem.
“Dengan kondisi stok 61.000 ton sekarang, itu sangat cukup untuk menghadapi Iduladha nanti. Pengalaman tahun lalu menunjukkan angka tersebut sudah sangat kuat untuk menjaga stabilitas stok di masyarakat,” ucapnya.
Menanggapi cuaca di Sumatera Utara yang kerap tidak menentu antara panas dan hujan, Budi memastikan proses penyerapan gabah dan beras dari petani tetap berjalan lancar. Hal ini didukung oleh modernisasi alat di tingkat penggilingan.
“Cuaca tidak menjadi kendala berarti karena penggilingan di Sumut rata-rata sudah memiliki fasilitas dryer (pengering). Jadi, kalaupun hujan, proses pengeringan gabah tidak berisiko dan pengadaan tetap berjalan. Terakhir, pengadaan kami mencapai 251 ton,” ujar Budi.
Bulog Sumut mengimbau masyarakat untuk tetap tenang karena selain stok yang melimpah, harga beras di pasar saat ini terpantau masih terkendali dan berada dalam pengawasan Satgas Pangan. (hm25)





















