Sensus Ekonomi 2026 di Sumut Segera Dimulai, Pelaku Usaha Online Ikut Didata

Kepala BPS Sumut Asim Saputra saat memberikan keterangan rencana pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. (Foto: Iqbal/Mistar)
Medan, MISTAR.ID
Badan Pusat Statistik Sumatera Utara (Sumut) akan melaksanakan Sensus Ekonomi terhadap pelaku usaha pada periode Mei hingga Agustus 2026 mendatang. Pendataan ini juga akan menyisir para pelaku usaha online.
Kepala BPS Sumut, Asim Saputra mengatakan Sensus Ekonomi akan ditujukan kepada seluruh pelaku usaha, baik yang konvensional maupun daring. Hal ini penting untuk mengukur secara nyata kondisi perekonomian yang ada di lapangan.
"Seperti yang kita ketahui, sensus ini dilakukan 10 tahun sekali. Penting bagi kita melihat perkembangan data pelaku usaha untuk mengetahui kondisi riilnya," ujarnya saat temu pers di Kantor Gubernur Sumut, Kamis (12/3/2026).
Asim pun mengatakan pihaknya sudah memiliki strategi tersendiri untuk melakukan sensus kepada pelaku usaha, terkhusus yang berkegiatan berjualan online dan e-commerce yang berpusat di wilayah Sumut.
"Ya, untuk yang online tentu sebelumnya kita sudah lakukan pendataan, sama seperti pelaku usaha pada umumnya. Untuk online kita juga akan usahakan door to door. Sehingga nanti anggota keluarga yang punya usaha online secara terbuka juga bisa kami wawancarai," ucapnya.
Ia pun mengaku pihaknya, terlebih pegawai BPS, telah memiliki kemampuan teknis untuk melakukan pendalaman kepada para pelaku usaha.
"Jadi mungkin nanti petugas tidak akan bertanya langsung ke pemilik usaha, tapi mungkin mencari informasi ke orang-orang sekitarnya, sehingga diketahui omzet dan sebagainya," ujar Asim.
BPS pada Sensus Ekonomi 2026 ini akan melibatkan 13.000 petugas nantinya. Asim mengatakan salah satu unsur yang dilibatkan adalah mahasiswa, karena dinilai dapat membantu pendataan pelaku usaha online.
"Kemampuan para petugas kami nanti juga sangat kami perlukan untuk menggali data pelaku usaha online ini. Makanya nanti kami akan melibatkan mahasiswa untuk menjadi petugas sensusnya, karena mahasiswa juga banyak melakukan usaha online," tuturnya.
"Kalau usaha online yang tidak bisa ditemui orangnya, mereka tidak ada juga tokonya, kami akan capture usahanya yang di online. Mereka tetap kita data karena bagaimanapun mereka penggerak ekonomi," kata Asim menambahkan.
Diberitakan sebelumnya, agenda sepuluh tahunan ini akan menjadi sensus ekonomi kelima sejak pertama kali digelar pada 1986, dengan tujuan memotret struktur ekonomi wilayah hingga unit administrasi terkecil.
Pendataan lapangan akan berlangsung intensif selama tiga bulan, yakni mulai Mei hingga Juli 2026. Sensus ini mencakup seluruh skala usaha, mulai dari perusahaan besar, UMKM, hingga usaha rumah tangga.
Berbeda dengan sensus lainnya, Sensus Ekonomi 2026 menyasar seluruh kategori lapangan usaha. Namun terdapat tiga sektor yang tidak didata, yaitu kategori A yang mencakup pertanian, kehutanan, dan perikanan (sudah dicakup dalam Sensus Pertanian 2023).
Kategori P Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib, serta kategori U aktivitas rumah tangga sebagai pemberi kerja (seperti asisten rumah tangga). (hm27)
PREVIOUS ARTICLE
Harga Pangan H-10 Lebaran: Cabai, Bawang dan Tomat Masih StabilBERITA TERPOPULER
BERITA TERPOPULER






















