Monday, July 20, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Timur Tengah Memanas, Iran Sebut Harga Minyak Berpotensi Tembus US$200

Mistar.idKamis, 12 Maret 2026 pukul 15.31 WIB
timur_tengah_memanas_iran_sebut_harga_minyak_berpotensi_tembus_us200

Ilustrasi kilang minyak (Foto: Istimewa/Mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Pemerintah Iran memperingatkan dunia agar bersiap menghadapi lonjakan tajam harga minyak global. Dalam situasi konflik yang semakin meluas di kawasan Timur Tengah, harga minyak bahkan disebut berpotensi menembus US$200 per barel jika gangguan terhadap jalur distribusi energi terus berlanjut.

Peringatan tersebut muncul setelah laporan serangan terhadap sejumlah kapal dagang di perairan Teluk pada Rabu (11/3/2026). Insiden ini memicu kekhawatiran baru terhadap stabilitas jalur perdagangan energi internasional yang selama ini menjadi salah satu urat nadi pasokan minyak dunia.

Iran: Stabilitas Harga Minyak Bergantung pada Keamanan Kawasan

Juru bicara komando militer Iran, Ebrahim Zolfaqari, menyampaikan bahwa harga minyak global sangat dipengaruhi oleh kondisi keamanan di kawasan Timur Tengah.

Menurutnya, konflik yang terus meningkat dapat mendorong lonjakan harga energi secara drastis. Dalam pernyataan yang dikutip oleh Reuters, ia menegaskan bahwa situasi keamanan regional menjadi faktor utama yang menentukan stabilitas pasar minyak.

Pernyataan tersebut juga ditujukan kepada Amerika Serikat yang disebutnya berperan dalam memicu ketegangan di kawasan.

IEA Lepas 400 Juta Barel Cadangan Minyak

Untuk meredam potensi guncangan pasokan energi global, International Energy Agency (IEA) bersama sejumlah negara anggota dilaporkan sepakat melepaskan hingga 400 juta barel cadangan minyak strategis.

Langkah ini diambil sebagai upaya menstabilkan pasar energi dunia yang mulai menunjukkan tanda-tanda ketidakpastian serius. Para pengamat menyebut kondisi saat ini sebagai salah satu ancaman terbesar terhadap pasokan energi sejak krisis minyak global pada dekade 1970-an.

Serangan di Teluk Picu Kekhawatiran Jalur Energi

Ketegangan juga meningkat setelah laporan serangan terhadap kapal-kapal dagang di kawasan Teluk. Korps Garda Revolusi Islam Iran atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) disebut menembaki beberapa kapal yang dianggap tidak mematuhi perintah mereka di perairan tersebut.

Perairan Teluk sendiri merupakan jalur penting bagi perdagangan energi global. Gangguan terhadap rute ini berpotensi memicu dampak besar terhadap distribusi minyak dunia.

Konflik Regional Memicu Gejolak Pasar Energi

Konflik yang dipicu oleh operasi militer gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran hampir dua pekan lalu telah memperluas ketegangan di kawasan. Pertempuran juga dilaporkan meluas hingga wilayah Lebanon.

Situasi tersebut tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga memicu ketidakstabilan pada pasar energi global dan sektor transportasi internasional.

Harga minyak dunia yang sempat melonjak mendekati US$120 per barel pada awal pekan kemudian sempat turun ke kisaran US$90. Namun kekhawatiran baru terhadap gangguan pasokan kembali mendorong harga naik hampir 5% dalam perdagangan terbaru.

Para analis memperingatkan bahwa jika konflik terus meluas atau jalur distribusi energi terganggu lebih parah, harga minyak global dapat kembali melonjak tajam dan berdampak pada ekonomi dunia.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN