Inflasi Terkendali, Sinergi TPID dan BI Jaga Stabilitas Harga di Pematangsiantar–Labuhanbatu

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar, Ahmadi Rahman. (foto: abdi/mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID
Bank Indonesia (BI) melalui Kantor Perwakilan (KPwBI) Pematangsiantar melaporkan perkembangan inflasi di wilayah kerjanya pada April 2026. Meski sempat mengalami tekanan pasca-Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri, stabilitas harga di Kota Pematangsiantar dan Kabupaten Labuhanbatu tetap terjaga.
Kepala Perwakilan KPwBI Pematangsiantar, Ahmadi Rahman, menyebut capaian ini merupakan hasil sinergi kuat antara Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan pemerintah daerah dalam menjaga pasokan di tengah dinamika harga pangan.
Berdasarkan data per Rabu (6/5/2026), Kota Pematangsiantar mencatat inflasi bulanan sebesar 0,19% (month-to-month/mtm). Secara tahunan, inflasi berada di angka 3,62% (year-on-year/yoy), dengan inflasi tahun berjalan sebesar 0,63% (year-to-date/ytd).
Sementara itu, Kabupaten Labuhanbatu mengalami inflasi bulanan sebesar 0,72% (mtm), dengan inflasi tahunan 3,33% (yoy) dan inflasi tahun berjalan 0,10% (ytd).
Ahmadi menjelaskan, kenaikan harga minyak goreng menjadi salah satu faktor utama pendorong inflasi di kedua wilayah. Kondisi ini dipicu oleh terbatasnya stok serta kenaikan harga bahan baku plastik untuk kemasan.
Di Kota Pematangsiantar, komoditas penyumbang inflasi antara lain minyak goreng (0,09%), bawang merah (0,05%), dan tomat (0,05%). Sementara komoditas yang menahan inflasi (deflasi) meliputi daging ayam ras, emas perhiasan, dan cabai merah.
Di Kabupaten Labuhanbatu, penyumbang inflasi utama adalah ikan kembung (0,28%), tomat (0,23%), dan bawang merah (0,13%). Adapun komoditas penahan inflasi antara lain cabai merah, emas perhiasan, dan daging ayam ras.
Untuk menjaga stabilitas harga ke depan, KPwBI Pematangsiantar bersama TPID telah menyiapkan sejumlah langkah strategis, antara lain penguatan infrastruktur melalui optimalisasi cold storage dan pengembangan Toko Pengendali Inflasi (TOPIS).
Selain itu, edukasi kepada masyarakat terus digencarkan melalui iklan layanan masyarakat agar lebih bijak dalam berbelanja serta mengurangi ketergantungan pada kantong plastik.
Di sisi intervensi pasar, selama April 2026 telah dilaksanakan tiga kali Gerakan Pangan Murah (GPM) dan tiga kali Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP) di berbagai kecamatan.
“Kami berkomitmen memperkuat strategi 4K, yaitu keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif. Gerakan Pangan Murah akan terus dilakukan rutin setiap Senin dan Selasa,” kata Ahmadi.
Melalui koordinasi yang solid antara pemerintah daerah dan Bank Indonesia, stabilitas harga diharapkan tetap terjaga guna mendukung daya beli masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif di Sumatera Utara.
BERITA TERPOPULER

























