Tuesday, June 23, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Inflasi Pematangsiantar Tembus 0,19 Persen, Minyak Goreng Pemicu Utama

Mistar.idSelasa, 5 Mei 2026 pukul 14.35 WIB
inflasi_pematangsiantar_tembus_019_persen_minyak_goreng_pemicu_utama

Ilustrasi. (Foto: Istimewa/Mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan Kota Pematangsiantar mengalami inflasi pada April 2026 secara bulanan (month-to-month) sebesar 0,19 persen. Padahal, pada periode sebelumnya Kota Pematangsiantar sempat mengalami deflasi.

Secara tahunan (year-on-year), kenaikan harga konsumen di kota ini menyentuh angka 3,62 persen. Angka ini menunjukkan tren peningkatan dibandingkan bulan lalu yang justru mengalami deflasi tipis sebesar -0,02 persen.

Kepala BPS Kota Pematangsiantar, Ratna Naibaho, melalui Staf Statistik Harga, Wahyu Andamari, mengungkapkan bahwa beberapa komoditas pangan menjadi motor penggerak inflasi di bulan April.

“Penyumbang inflasi terbesar di bulan April adalah minyak goreng dengan kontribusi sebesar 0,09 persen. Disusul oleh bawang merah dan tomat yang masing-masing menyumbang 0,05 persen,” ujar Wahyu kepada Mistar, Selasa (5/5/2026).

Selain itu, komoditas lain yang turut memberikan andil inflasi antara lain, Jeruk 0,04 persen dan Ikan Nila 0,03 persen.

Khusus untuk minyak goreng, kenaikannya cukup signifikan secara kumulatif. Hingga April 2026, komoditas ini telah mengalami inflasi sebesar 7,25 persen (year-to-date). Menariknya, andil inflasi minyak goreng pada April 2026 merupakan yang tertinggi dalam setahun terakhir.

Di tengah kenaikan harga beberapa bahan pokok, terdapat sejumlah komoditas yang justru mengalami penurunan harga atau deflasi, sehingga membantu meredam laju inflasi lebih jauh.

Daging ayam ras menjadi penyumbang deflasi terdalam sebesar -0,12 persen. Secara kumulatif tahun berjalan, harga daging ayam ras telah turun sebesar 6,75 persen.

“Andil deflasi daging ayam ras pada April 2026 ini merupakan yang terdalam sepanjang satu tahun terakhir,” tutur Wahyu.

Beberapa komoditas lain yang juga mengalami deflasi adalah, Emas Perhiasan -0,09 persen, Cabai Merah -0,04 persen, Sawi Hijau -0,02 persen dan Cabai Rawit -0,02 persen.

Untuk cabai merah, meskipun menyumbang deflasi pada April ini, catatan BPS menunjukkan penurunan harga yang sangat tajam secara kumulatif tahun berjalan (y-to-d) yakni mencapai 55,39 persen.

“Kembalinya angka inflasi ke zona positif setelah deflasi di bulan sebelumnya menunjukkan adanya dinamika permintaan pasar yang kembali menguat atau adanya kendala distribusi pada komoditas tertentu seperti minyak goreng,” ucapnya. (hm20)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN