IHSG Rawan Koreksi Jelang Akhir Pekan, Analis Soroti Tekanan Jual dan Level Kunci

Ilustrasi IHSG (Foto: Istimewa/Mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan menghadapi risiko koreksi pada perdagangan akhir pekan ini seiring munculnya tekanan jual di pasar. Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menilai pergerakan indeks masih berada dalam fase rawan meskipun peluang penguatan jangka pendek tetap terbuka.
Pada perdagangan Kamis (5/2), IHSG ditutup melemah 0,53 persen ke level 8.103. Secara teknikal, Herditya menjelaskan IHSG masih berada dalam struktur wave [x], sehingga masih berpeluang melanjutkan kenaikan untuk menguji area 8.328 hingga 8.527. Namun demikian, investor diminta tetap waspada terhadap potensi koreksi di rentang 7.094–8.095.
MNC Sekuritas memproyeksikan level support IHSG berada di 7.854 dan 7.654, sementara resistance terdekat berada di 8.181 dan 8.318. Level support dipandang sebagai area di mana minat beli berpotensi meningkat, sedangkan resistance kerap menjadi titik munculnya aksi ambil untung.
Dari sisi rekomendasi saham, MNC Sekuritas menyarankan strategi buy on weakness pada saham PT Indika Energy Tbk (INDY) di kisaran harga Rp3.170–Rp3.290, dengan target di Rp3.570–Rp3.820 dan batas kerugian di bawah Rp3.070. Selain itu, saham PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) juga direkomendasikan beli bertahap pada rentang Rp324–336, dengan target harga Rp375–400 dan stoploss di Rp308.
Sementara itu, analis Phintraco Sekuritas menilai pelemahan IHSG dipengaruhi oleh sentimen eksternal, terutama koreksi bursa Asia dan penurunan harga emas global. Hal ini terjadi meskipun data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal IV 2025 tercatat melampaui ekspektasi pasar.
Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4 persen pada 2026, sedangkan Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan berada di kisaran 4,9–5,7 persen. Pelaku pasar kini menanti rilis data cadangan devisa Januari 2026 serta indeks harga properti kuartal IV 2025 yang dijadwalkan diumumkan Jumat ini.
Data menunjukkan ekonomi Indonesia tumbuh 0,86 persen secara kuartalan (QoQ) pada kuartal IV 2025, lebih tinggi dari perkiraan, meskipun melambat dibanding kuartal sebelumnya. Secara tahunan, pertumbuhan mencapai 5,39 persen (YoY), menjadi yang terkuat sejak kuartal III 2022. Sepanjang 2025, pertumbuhan ekonomi tercatat 5,11 persen, sedikit di bawah target pemerintah.
Baca Juga: IHSG Ditutup Menguat 24 Poin, Investor Asing Net Sell Rp 1,44 Triliun, Rekomendasi Saham Kamis
Sentimen negatif turut datang dari lembaga pemeringkat Moody’s Ratings yang menurunkan outlook peringkat Indonesia menjadi negatif dari sebelumnya stabil, meski mempertahankan peringkat di level Baa2. Phintraco Sekuritas menilai keputusan tersebut mencerminkan kekhawatiran terhadap konsistensi kebijakan dan kualitas tata kelola.
Dengan kondisi tersebut, Phintraco memprediksi IHSG berpotensi menguji level psikologis 8.000 pada perdagangan Jumat. Adapun saham yang direkomendasikan antara lain PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), PT Surya Citra Media Tbk (SCMA), PT Bank Jago Tbk (ARTO), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), dan PT Indosat Tbk (ISAT).
BERITA TERPOPULER



















