IHSG Anjlok 2,65%, Ini Rekomendasi Saham 3 Maret 2026 dari Analis

Ilustrasi, Grafik Saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA). (foto:ihsg/mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memasuki perdagangan Selasa, 3 Maret 2026, dalam tekanan setelah melemah tajam pada sesi sebelumnya. Sejumlah analis merilis rekomendasi saham harian di tengah meningkatnya volatilitas pasar akibat sentimen global.
Pada penutupan Senin (2/3/2026), IHSG turun sekitar 2,65% ke level 8.016,8. Pelemahan ini dipicu meningkatnya ketegangan geopolitik global yang mendorong aksi jual di mayoritas bursa Asia. Tekanan jual asing (foreign net sell) juga tercatat mendominasi perdagangan, memperberat laju indeks.
Secara sektoral, mayoritas indeks sektoral berada di zona merah, meski saham-saham berbasis energi dan komoditas relatif lebih mampu bertahan dibanding sektor konsumsi dan teknologi.
Analis Prediksi IHSG Masih Fluktuatif
Tim analis dari berbagai sekuritas memperkirakan IHSG masih berpotensi bergerak terbatas dengan kecenderungan volatil pada perdagangan hari ini.
Analis dari Bareksa menilai tekanan eksternal masih membayangi pergerakan indeks. Secara teknikal, IHSG diperkirakan bergerak pada rentang support psikologis di kisaran 7.950–8.000, dengan resistance di area 8.100.
Sementara itu, riset dari BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan tekanan global membuat investor cenderung mengurangi eksposur pada saham berisiko tinggi dan beralih ke saham defensif maupun berbasis komoditas.
“Strategi trading jangka pendek dengan disiplin stop loss menjadi krusial di tengah sentimen risk-off,” tulis analis dalam riset hariannya.
Rekomendasi Saham 3 Maret 2026
Di tengah tekanan indeks, sejumlah saham dinilai memiliki potensi rebound teknikal maupun daya tahan fundamental yang lebih baik.
Berikut beberapa saham yang direkomendasikan analis:
1. PT Bukit Asam Tbk (PTBA)
Saham emiten batu bara ini masuk radar trading seiring harga komoditas energi global yang relatif stabil di tengah ketegangan geopolitik. PTBA dinilai memiliki fundamental kuat dengan neraca keuangan solid serta rekam jejak dividen tinggi.
Secara teknikal, saham ini disebut berada di area support kuat, sehingga berpotensi mengalami technical rebound jika tekanan jual mereda.
2. PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR)
Emiten pelayaran ini dinilai menarik untuk trading jangka pendek. Volume transaksi meningkat dalam beberapa sesi terakhir, menunjukkan akumulasi di tengah koreksi pasar.
Saham berbasis logistik dan pelayaran dinilai mendapat sentimen positif dari stabilnya permintaan angkutan komoditas.
3. PT Rukun Raharja Tbk (RAJA)
RAJA yang bergerak di sektor infrastruktur energi juga masuk daftar rekomendasi. Saham ini dinilai memiliki korelasi positif dengan sektor energi yang cenderung defensif saat terjadi gejolak global.
Analis menilai saham energi berpotensi menjadi pilihan rotasi dana ketika investor mengurangi eksposur di sektor siklikal.
Statistik Perdagangan: Asing Masih Jual Bersih
Data perdagangan menunjukkan investor asing masih melakukan aksi jual bersih (net sell), yang menjadi salah satu faktor penekan IHSG.
Dalam kondisi seperti ini, analis menyarankan investor ritel untuk:
- Fokus pada saham berfundamental kuat
- Memperhatikan level support dan resistance teknikal
- Menggunakan strategi stop loss disiplin
- Tidak melakukan pembelian agresif tanpa konfirmasi pembalikan arah
Volatilitas tinggi juga tercermin dari lonjakan nilai transaksi dan pelebaran rentang pergerakan intraday.
Strategi Investor di Tengah Pasar Bergejolak
Tekanan pasar saat ini lebih banyak dipengaruhi faktor eksternal ketimbang fundamental domestik. Secara makro, kondisi ekonomi Indonesia masih relatif stabil dengan inflasi terjaga dan konsumsi domestik tetap resilien.
Namun, sentimen global dapat menciptakan tekanan jangka pendek yang signifikan terhadap arus modal dan pergerakan indeks.
Analis menyarankan pendekatan selektif, khususnya pada saham sektor energi, komoditas, dan emiten dengan cash flow kuat. Untuk investor jangka panjang, koreksi dalam dapat menjadi momentum akumulasi bertahap, selama tetap mempertimbangkan profil risiko masing-masing.
Disclaimer: Informasi ini bukan ajakan membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya berada pada investor dengan mempertimbangkan profil risiko dan tujuan keuangan.
(berbagaisumber/ai/hm27)












