Friday, October 16, 2026
home_banner_first
EKONOMI

IHSG Amblas ke Level Terendah 6 Tahun, Dana Asing Kabur Rp2,92 Triliun

Mistar.idJumat, 16 Oktober 2026 pukul 15.20 WIB
ihsg_amblas_ke_level_terendah_6_tahun_dana_asing_kabur_rp292_triliun_

Visual, IHSG anjlok ke 5.233 (-10,76%) level terendah 6 tahun, dan net sell asing Rp2,92 triliun. (Foto ilustrasi: maris/meta/mistar.id)

Jakarta, MISTAR.ID (16/10/2026) — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan sesi pertama Jumat (16/10) di zona merah dengan penurunan tajam 10,76% atau 630,78 poin ke level 5.233. Ini merupakan level terendah IHSG dalam 6 tahun terakhir atau sejak November 2020.

Penurunan ini bahkan lebih dalam dari awal sesi yang mencapai 8,01% menyusul pengumuman terbaru dari pengelola indeks global, Morgan Stanley Capital International (MSCI). Akibat penurunan dalam ini, Bursa Efek Indonesia (BEI) memberlakukan trading halt selama 30 menit di pembukaan perdagangan.

Nilai transaksi di pasar saham Indonesia mencapai Rp17,33 triliun dengan melibatkan perdagangan 38,69 miliar lembar saham. Sementara frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 1,35 juta kali.

Seluruh indeks sektoral juga turun, dengan penurunan paling dalam pada sektor basic materials yang mencapai 12,96% dan energi 12,21%. Sebanyak 809 saham mencatat penurunan harga, sementara hanya 15 saham yang menguat dan 3 lainnya stagnan.

Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang, mengatakan penurunan IHSG kali ini sejalan dengan target ideal dari pola Head and Shoulders di level 5.400 yang mulai terbentuk sejak pertengahan Juli 2026.

"Jika koreksi berlanjut dan ditutup di bawah 5.300, menjadi konfirmasi strong bearish dengan target terdekat 5.000," jelas Alrich dalam catatan yang disampaikan kepada investor pada sesi pertama Jumat, serta menekankan agar investor tetap wait and see.

Tekanan Jual Asing

Menghadapi pelemahan IHSG pada sesi pertama, aksi jual investor asing kembali mendominasi. Berdasarkan data yang disampaikan Stockbit Sekuritas Digital, investor asing mencatatkan net sell atau penjualan bersih sebesar Rp2,92 triliun.

Namun berdasarkan volume, investor asing mencatatkan net buy atau pembelian bersih sebanyak 4,15 miliar lembar saham.

Berikut rincian Top 5 Net Foreign Buy dan Net Foreign Sell pada sesi pertama Jumat (16/10/2026):

Top 5 Net Foreign Buy

1. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) – Rp97,72 miliar

2. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) – Rp54,44 miliar

3. PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) – Rp35,47 miliar

4. PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) – Rp30,06 miliar

5. PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) – Rp27,99 miliar

Top 5 Net Foreign Sell

1. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) – Rp1.980 miliar

2. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) – Rp630,97 miliar

3. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) – Rp485,08 miliar

4. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) – Rp113,97 miliar

5. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) – Rp55,08 miliar.(IDNFinancials/hm02)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN