Saturday, October 17, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Rupiah Tertekan hingga Rp18.038 per Dolar AS, BI Terus Intervensi Pasar Valas

Mistar.idJumat, 16 Oktober 2026 pukul 12.57 WIB
rupiah_tertekan_hingga_rp18038_per_dolar_as_bi_terus_intervensi_pasar_valas

BI. (Foto: SindoNews)

Jakarta, MISTAR.ID – Bank Indonesia (BI) terus mengintervensi pasar valuta asing untuk menahan pelemahan rupiah di tengah penguatan dolar AS akibat meningkatnya sentimen penghindaran risiko (risk-off) global.

Tekanan eksternal tersebut turut memengaruhi pasar keuangan domestik. BI juga memperkirakan arus keluar dana dari aset portofolio dalam negeri masih akan berlanjut.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, Erwin Gunawan Hutapea, menegaskan bank sentral akan terus hadir di pasar untuk menjaga stabilitas nilai tukar.

"Bank Indonesia berkomitmen untuk terus hadir di pasar guna menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah sesuai fundamentalnya dan memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik," ujar Erwin dalam keterangannya, Jumat (16/10/2026), dilansir dari CNN Indonesia.

Intervensi dilakukan melalui sejumlah instrumen, yakni transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar luar negeri (offshore), transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik, serta pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.

Selain itu, BI menjaga kecukupan likuiditas, mengelola struktur suku bunga di pasar uang, serta memperkuat koordinasi dan komunikasi dengan korporasi, pelaku pasar, dan pihak terkait lainnya.

Erwin menyebut pergerakan rupiah secara umum masih sejalan dengan mata uang negara-negara kawasan. Secara quarter-to-date (QTD), rupiah tercatat melemah terbatas sebesar 0,28 persen.

Di tengah tekanan tersebut, cadangan devisa Indonesia masih tercatat sebesar US$146,3 miliar pada akhir September 2026.

Namun, rupiah tetap mengalami tekanan pada perdagangan Jumat (16/10/2026) pagi. Mata uang Garuda berada di level Rp18.038 per dolar AS, melemah 100 poin atau 0,56 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.

Analis mata uang DOO Financial Futures, Lukman Leong, memperkirakan tekanan terhadap rupiah masih berlanjut akibat eskalasi konflik di Timur Tengah yang kembali mendorong kenaikan harga minyak mentah dunia. Aksi jual di pasar saham domestik juga turut membebani pergerakan rupiah.

"Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS di tengah eskalasi di Timur Tengah yang kembali melonjakan harga minyak mentah dunia. Dari domestik, sell-off di pasar ekuitas juga masih terus membebani rupiah," ujar Lukman.

Lukman memperkirakan rupiah bergerak dalam rentang Rp17.900 hingga Rp18.050 per dolar AS pada perdagangan hari ini. (cnn)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN