Friday, October 16, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Rupiah Tembus Rp18.070 per Dolar AS: IHSG Anjlok 8,01 Persen hingga Trading Halt

Mistar.idJumat, 16 Oktober 2026 pukul 10.57 WIB
rupiah_tembus_rp18070_per_dolar_as_ihsg_anjlok_801_persen_hingga_trading_halt_

Ilustrasi uang pecahan rupiah dan dolar AS. (Foto: Antara/Mistar)

Medan, MISTAR.ID - Pasar keuangan Indonesia diguncang sentimen negatif yang bersumber dari dinamika global dan kejutan di pasar modal internasional.

Tekanan tersebut bukan cuma membuat nilai tukar rupiah melewati level psikologis penting, tapi juga memaksa otoritas bursa menghentikan perdagangan saham sementara akibat nilai tukar yang anjlok tajam.

Pengamat Ekonomi Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Gunawan Benjamin, mengatakan tekanan eksternal ini dimulai dari rilis data Indeks Harga Produsen atau Producer Price Index (PPI) Amerika Serikat September yang mengalami kenaikan bulanan hingga 1,3 persen.

"Angka itu dibarengi laporan klaim pengangguran sebanyak 199 ribu jiwa dan kenaikan penjualan ritel AS sebesar 0,8 persen. Data makroekonomi ini mempertegas spekulasi pasar bahwa bank sentral AS, The Fed, akan segera menaikkan suku bunga acuan dalam waktu dekat," katanya.

Di tengah sentimen global itu, pasar keuangan domestik dikejutkan oleh kabar dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang menjadi sorotan utama.

MSCI dikabarkan sedang memulai konsultasi atas proposal untuk mengubah klasifikasi indeks saham Indonesia, dari kategori pasar berkembang (emerging market) turun menjadi pasar mandiri (standalone market), yang membuat kekhawatiran dan berpotensi downgrade (penurunan status).

"Karena isu MSCI yang mendominasi hari ini, nilai tukar rupiah melemah tajam dan tembus di atas Rp18.000 per Dolar AS, tepatnya Rp18.070 per Dolar AS," ucapnya.

Tekanan yang sama juga terjadi pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan yang anjlok 8,01 persen. Tingginya tekanan jual yang melanda pasar, memaksa otoritas memberlakukan penghentian sementara perdagangan (trading halt).

IHSG saat ini stagnan di 5.393 dan dipastikan bertahan di zona merah hingga penutupan perdagangan akhir pekan ini.

"Belum bisa dipastikan sejauh mana rupiah dan IHSG akan bergerak di sisa perdagangan, karena kejadian tak biasa di pasar saham membuat kinerja pasar keuangan keseluruhan jadi sangat sulit diproyeksikan," ujarnya.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN