Harga Komoditas di Samosir Berfluktuasi Sepanjang November, Cabai dan Bawang Tertinggi

Sejumlah pedagang menjajakan jualannya di Pasar Pangururan. (Foto: Pangihutan/mistar)
Samosir, MISTAR.ID
Harga kebutuhan pokok di Pasar Panguruta Kabupaten Samosir sepanjang November 2025 menunjukkan pola fluktuatif. Sejumlah komoditas tercatat naik, sebagian mengalami penurunan, sedangkan lainnya tetap stabil.
Kabid Pasar Dinas Koperindag Samosir, Boyke Situmorang saat dikonfirmasi terkait perkembangan harga pangan bulanan menyebut pemantauan harga dilakukan mulai 29 Oktober hingga 26 November 2025 di sejumlah titik pasar tradisional di Samosir. Dari hasil pantauan, komoditas hortikultura menjadi kelompok yang paling terdampak oleh perubahan harga.
“Kenaikan tertinggi terjadi pada komoditas cabai rawit hijau dan cabai merah keriting. Kondisi cuaca dan pasokan dari sentra produksi menjadi faktor utama yang mempengaruhi harga di tingkat pedagang,” ujar Boyke, Rabu (26/11/2025).
Data menunjukkan cabai rawit hijau naik Rp7.000, dari Rp28.000 menjadi Rp35.000/kg. Sementara cabai merah keriting naik Rp5.000, dari Rp40.000 menjadi Rp45.000/kg. Kenaikan juga terjadi pada bawang merah lokal sebesar Rp3.000, sehingga harga terkini berada di Rp35.000/kg.
Selain itu, daging ayam kampung mengalami kenaikan Rp2.000, dari Rp83.000 menjadi Rp85.000/kg. Komoditas lain yang tercatat naik adalah gula pasir sebesar Rp500, menjadi Rp18.000/kg, serta telur ayam ras yang naik Rp363/kg.
Sementara itu, sejumlah komoditas justru mengalami penurunan harga. Tepung terigu protein tinggi turun Rp1.000, dari Rp10.000 menjadi Rp9.000/kg. Penurunan juga terjadi pada tepung terigu protein sedang dan rendah, masing-masing turun sekitar Rp500 hingga Rp1.000/kg.
“Ada beberapa bahan yang turun, terutama tepung terigu. Ini karena distribusi dari agen besar cukup lancar dan tidak ada hambatan pasokan,” tutur Boyke.
Selain itu, sebagian besar komoditas pokok masih berada pada harga stabil. Komoditas seperti beras medium, beras premium, bawang putih, minyak goreng premium, minyak goreng curah, tahu, tempe, telur ayam kampung, susu bubuk, serta sejumlah jenis ikan tidak mengalami perubahan harga sepanjang periode pemantauan.
Menurut Boyke, stabilnya harga pada sejumlah komoditas disebabkan stok yang mencukupi dan distribusi yang berjalan normal. “Kami terus memantau pergerakan harga setiap pekan untuk memastikan kondisi pasar tetap terkendali dan tidak terjadi gejolak yang merugikan masyarakat,” katanya.
Dinas Koperindag Samosir tetap melaksanakan pemantauan intensif menjelang akhir tahun, terutama pada komoditas yang rentan fluktuasi. “Kami akan memperkuat koordinasi dengan pedagang, distributor, dan dinas terkait untuk menjaga kestabilan harga di Samosir,” ucapnya.



















