Monday, July 20, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Harga Emas Menguat di Akhir November, Didukung Spekulasi Pemangkasan Suku Bunga

Mistar.idJumat, 28 November 2025 pukul 16.31 WIB
harga_emas_menguat_di_akhir_november_didukung_spekulasi_pemangkasan_suku_bunga

Ilustrasi emas. (foto:detik/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Harga emas kembali menarik minat beli baru pada sesi perdagangan terakhir November di tengah meningkatnya spekulasi pemotongan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed) pada Desember mendatang.

Para pelaku pasar tampak tidak terlalu terpengaruh oleh kenaikan tipis dolar AS dan sentimen risiko pasar yang masih cukup kuat. Secara teknikal, keluarnya harga emas dari zona konsolidasi pekan ini menjadi sinyal positif bagi kelanjutan penguatan logam mulia tersebut.

Pelaku pasar emas (XAUUSD) tampak menunggu validasi tambahan sepanjang pekan ini. Harga emas berhasil keluar dari konsolidasi pada rentang 4.142–4.147 dalam dua hari terakhir, setelah pembukaan yang solid pada sesi Asia. Meski sempat mengalami kesulitan mempertahankan momentum di sesi Eropa, emas saat ini berhasil mencapai level tertinggi dua minggu, meskipun masih tertahan di bawah 4.200 di tengah sinyal fundamental yang campuran.

Faktor utama yang terus mendorong kenaikan harga emas adalah optimisme terhadap pemangkasan suku bunga The Fed pada pertemuan Desember. Rebound intraday sejak sesi Asia juga diyakini mencerminkan langkah awal pelaku pasar regional. Apabila momentum berlanjut, emas berpotensi menembus dan bertahan di atas 4.200 pada sesi Eropa dan Amerika.

Sementara itu, dolar AS berusaha melanjutkan rebound dari level terendah minggu ini, yang turut menahan kenaikan emas bersama dengan peningkatan selera risiko pasar, didorong prospek penurunan suku bunga AS dan harapan terciptanya kesepakatan damai Rusia–Ukraina. Walaupun demikian, tren XAUUSD masih berada pada jalur bullish mingguan yang cukup kuat.

Pernyataan dovish dari beberapa pejabat The Fed menunjukkan bahwa opsi pemotongan suku bunga pada Desember masih terbuka. Rangkaian data ekonomi AS yang beragam tidak mengubah ekspektasi tersebut, mendorong harga emas ke level tertinggi dua pekan pada sesi Asia Jumat.

Selain itu, laporan mengenai Kevin Hassett sebagai kandidat Ketua The Fed berikutnya, yang diperkirakan mendukung seruan Presiden Trump untuk penurunan suku bunga agresif, menjadi sentimen positif tambahan bagi komoditas emas.

Dari kawasan Laut Hitam, Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan bahwa revisi proposal AS dapat menjadi dasar perjanjian masa depan terkait Ukraina, meski dengan syarat Ukraina menarik pasukan dari wilayah yang diklaim Rusia. Risiko geopolitik yang masih tinggi menjaga daya tarik emas sebagai aset safe haven.

Tidak ada rilis data ekonomi penting dari AS pada Jumat (28/11/2025), sehingga pergerakan XAUUSD akan bergantung pada sentimen pelaku pasar terhadap prospek pemangkasan suku bunga The Fed. Secara fundamental, emas memiliki ruang untuk melanjutkan kenaikan dan berpeluang menutup perdagangan akhir November dengan positif, meskipun potensi koreksi akibat aksi ambil untung tetap perlu diwaspadai.

Analisis Pergerakan Harga Terbaru

Harga emas (XAU/USD) kembali bergerak positif pada Kamis setelah lonjakan kuat sehari sebelumnya. Rabu (26/11), emas mencatat kenaikan lebih dari 0,80 persen didorong penurunan imbal hasil obligasi dan melemahnya dolar AS. XAU/USD sempat menyentuh $4.165 setelah rebound dari level $4.127.

Menurut analis Dupoin Futures Indonesia, Andy Nugraha, sinyal teknikal emas menunjukkan kecenderungan bullish. Pola candlestick harian dan posisi harga di atas Moving Average mengindikasikan momentum kenaikan masih kuat.

Andy memaparkan dua kemungkinan pergerakan: apabila tekanan beli berlanjut, harga berpotensi menembus resistance $4.208. Namun, jika momentum melemah, koreksi dapat mengarah ke support $4.116.

Pada Kamis (27/11/2025) pagi, XAU/USD berada di sekitar $4.150, sedikit terkoreksi dari penutupan sebelumnya tetapi masih berada dalam tren bullish.

Data ekonomi AS terbaru menunjukkan klaim tunjangan pengangguran turun ke 216.000, level terendah sejak pertengahan April. Walau pesanan barang tahan lama turun, hasilnya tetap di atas ekspektasi pasar. Probabilitas pemangkasan suku bunga The Fed pada Desember mencapai 85 persen menurut CME FedWatch Tool, melemahkan dolar dan memperkuat emas.

Di sisi geopolitik, ketegangan China–Taiwan meningkat, sementara perkembangan positif dialog Rusia–Ukraina turut memengaruhi sentimen. Secara keseluruhan, tren emas masih menunjukkan arah naik kuat dan tetap sensitif terhadap dinamika global. (hm16)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN