Harga Emas Dunia Anjlok Akibat Penguatan Dolar AS

Ilustrasi. (Foto: Pexels)
Jakarta, MISTAR.ID
Harga emas dunia turun lebih dari 1 persen pada akhir perdagangan Selasa (19/5/2026) waktu setempat atau Rabu (20/5/2026) pagi WIB. Pelemahan dipicu penguatan dolar Amerika Serikat (AS) dan tingginya imbal hasil obligasi pemerintah AS di tengah kekhawatiran inflasi global.
Mengutip Reuters, harga emas spot turun 1,4 persen menjadi 4.503,98 dolar AS per ons. Bahkan, logam mulia tersebut sempat menyentuh level terendah sejak 30 Maret 2026 pada awal sesi perdagangan.
Sementara itu, harga emas berjangka AS untuk pengiriman Juni melemah 1 persen ke posisi 4.511,20 dolar AS per ons.
Analis Marex Edward Meir mengatakan kenaikan suku bunga riil di berbagai negara menjadi faktor utama yang menekan harga emas.
“Kami melihat kenaikan suku bunga riil di banyak negara di dunia, dan hal itu benar-benar membebani harga emas. Dolar AS juga lebih kuat, dan itu menjadi sentimen negatif,” ujar Meir.
Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun tercatat berada di dekat level tertinggi dalam lebih dari satu tahun. Di sisi lain, indeks dolar AS menguat karena pelaku pasar memperkirakan bank sentral AS atau The Fed akan mengambil kebijakan lebih agresif untuk menekan inflasi akibat kenaikan harga energi.
Kondisi tersebut membuat biaya peluang memegang emas menjadi lebih tinggi karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil. Selain itu, penguatan dolar AS membuat harga emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain sehingga menekan permintaan.
Kepala Strategi Komoditas Saxo Bank Ole Hansen menilai prospek jangka pendek emas saat ini menjadi lebih menantang meski fundamental jangka panjangnya masih cukup kuat.
“Meskipun alasan investasi struktural untuk emas sebagian besar masih tetap kuat, perkembangan makroekonomi jangka pendek telah menciptakan kondisi yang lebih menantang bagi harga emas,” kata Hansen.
Pelaku pasar kini menantikan risalah rapat kebijakan terbaru The Fed yang dijadwalkan dirilis Rabu waktu setempat.
Selain emas, harga perak spot turun 4,1 persen menjadi 74,53 dolar AS per ons. Harga platinum melemah 2,2 persen menjadi 1.936,10 dolar AS per ons, sedangkan palladium merosot 4,2 persen ke level 1.359,26 dolar AS per ons. (hm25)
























