Monday, August 31, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Harga Ayam Tembus Rp50 Ribu, Pengamat: Awas Ancaman Inflasi Pangan

Mistar.idSenin, 31 Agustus 2026 pukul 11.46 WIB
harga_ayam_tembus_rp50_ribu_pengamat_awas_ancaman_inflasi_pangan

Ilustrasi pekerja yang menyiapkan menu MBG. (Foto: Detik)

news_banner

Medan, MISTAR.ID - Kenaikan harga daging ayam memberikan efek domino yang cukup luas, bukan hanya terjadi pada pengeluaran rumah tangga harian, tapi juga pada program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Peralihan sumber protein pada menu MBG karena mahalnya daging ayam dapat memicu inflasi pangan secara keseluruhan.

Pengamat Ekonomi Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Gunawan Benjamin, mengatakan kenaikan harga daging ayam saat ini berada pada tahap yang cukup penting.

Berdasarkan data pemantauan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) di Kota Medan, harga daging ayam saat ini berada di kisaran Rp50.000 per kilogram (kg). Kondisi harga yang terus mengalami kenaikan tersebut perlahan mulai menggeser daging ayam dari menu MBG.

"Temuan di lapangan, pedagang yang menyuplai kebutuhan dapur MBG melihat terdapat perubahan permintaan. Berdasarkan data mingguan yang dimiliki oleh penyuplai, Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) sudah banyak yang beralih ke daging sapi," katanya, Senin (31/8/2026).

Meski belum serentak, namun sebagian besar pengelola sudah mulai mengambil langkah untuk mengganti daging ayam dengan daging sapi sebagai sumber protein harian.

"Perubahan ini berpotensi memberikan kenaikan permintaan pada sumber protein lainnya, seperti telur ayam, daging sapi, ikan, hingga tahu, dan tempe," ujarnya.

Lonjakan permintaan yang mendadak pada komoditas pengganti memiliki peluang memicu kenaikan harga di pasaran.

"Dalam cakupan ekonomi yang lebih luas, kenaikan harga komoditas pengganti dapat mengakibatkan inflasi secara keseluruhan," tuturnya.

Menurutnya, dampak dari kenaikan harga daging ayam tidak bisa dianggap remeh, karena komoditas merupakan menu andalan yang paling terjangkau bagi dapur MBG dalam memenuhi target gizi masyarakat.

Ketika terjadi peralihan permintaan ke komoditas lain, tidak langsung berdampak pada penurunan harga daging ayam di pasaran.

"Kenaikan harga daging ayam ini terindikasi dipicu pembengkakan biaya input produksi di tingkat peternak," katanya.

Gunawan menegaskan, untuk menyelesaikan permasalahan harga di pasaran, solusi utamanya harus difokuskan pada upaya pemerintah dalam menekan biaya input produksi di sektor hulu. (hm25)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN