Thursday, June 4, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Bulog Sumut Terima Tambahan 27.000 Ton Beras dari Jakarta

Mistar.idJumat, 13 Maret 2026 15.02
AN
AA
bulog_sumut_terima_tambahan_27000_ton_beras_dari_jakarta

Pimpinan Wilayah Kanwil Bulog Sumut, Budi Cahyanto, saat konferensi pers di Medan. (Foto: Amita/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara (Sumut) memastikan ketahanan stok beras di wilayahnya semakin kokoh menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H.

Kepastian ini didapat setelah adanya kebijakan pengiriman tambahan stok beras, sebanyak 27.000 ton dari gudang Bulog di Jakarta untuk memperkuat cadangan pangan di Sumut.

Pemimpin Wilayah Bulog Kanwil Sumut, Budi Cahyanto, menjelaskan langkah ini diambil untuk mengimbangi lonjakan kebutuhan bantuan pangan yang meningkat dua kali lipat pada periode Februari-Maret 2026.

Budi membeberkan data signifikan terkait jumlah penerima bantuan pangan di Sumut yang meningkat drastis dibandingkan periode sebelumnya. Hal inilah yang mendasari perlunya tambahan pasokan dari luar wilayah.

Jumlah penerima bantuan meningkat dari 844.696 orang menjadi 1.700.576 orang. Sementara kebutuhan beras juga melonjak dari 16.500 ton menjadi 35.000 ton.

“Karena kebutuhan meningkat dua kali lipat, Bulog Sumut perlu bantuan dari wilayah lain. Jakarta, sebagai tempat penampungan besar dengan kapasitas gudang hampir 350.000 ton, akan mengirimkan 27.000 ton beras ke Sumut. Saat ini sudah dalam proses pengiriman dan kita pastikan masuk dalam minggu-minggu ini,” kata Budi, Jumat (13/3/2026).

Sumut dipilih sebagai titik distribusi utama karena memiliki fasilitas pergudangan yang mumpuni, terutama di kawasan Industri Modern (KIM), Medan. Gudang-gudang ini akan dioptimalkan untuk menampung beras kiriman dari Jakarta guna menghadapi potensi kelangkaan pangan.

Dengan tambahan ini, posisi stok Bulog Sumut semakin aman. Saat ini stok tercatat berada di angka 53.000 ton. Jika 35.000 ton disalurkan untuk bantuan pangan, cadangan Bulog masih tetap berada di level aman.

Meski menerima pasokan dari Jakarta, Bulog Sumut tetap berkomitmen menyerap hasil panen petani lokal. Saat ini Sumut sedang memasuki masa panen raya di berbagai daerah.

Target penyerapan pada 2026 adalah 70.000 ton gabah atau setara 35.000 ton beras, dengan realisasi yang sudah terserap saat ini sekitar 4.500 ton.

“Target penyerapan ini berlaku sampai akhir tahun. Dengan stok nasional Bulog yang mencapai 3,7 juta ton, kita terus menyebarkan stok ke wilayah-wilayah dengan jumlah penduduk tinggi seperti Sumut yang mencapai 15,9 juta jiwa,” ucap Budi.

Melalui kombinasi penyerapan lokal dan tambahan pasokan dari Jakarta, Bulog Sumut menjamin masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan beras, baik untuk kebutuhan pasar reguler maupun program bantuan pemerintah hingga pasca-Lebaran nanti. (hm25)