Thursday, June 4, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Bulog Tegaskan Distribusi Minyakita Harus Patuhi HET

Mistar.idKamis, 12 Maret 2026 11.11
AN
AA
bulog_tegaskan_distribusi_minyakita_harus_patuhi_het

Minyakita yang dijual di salah satu pasar tradisional di Sumut. (Foto: Dokumentasi Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Menanggapi temuan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) teranya harga Minyakita yang menembus Rp18.000 per liter di Pasar Petisah, Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara angkat bicara. Bulog menegaskan seluruh rantai distribusi yang berada di bawah kendali mereka wajib mematuhi Harga Eceran Tertinggi (HET).

Pimpinan Wilayah Bulog Sumut, Budi Cahyanto, menjelaskan meskipun Bulog bertindak sebagai distributor utama (D1), ada jalur distribusi lain di luar kendali Bulog yang mungkin menjadi penyebab melambungnya harga di tingkat pengecer.

Budi menjamin bahwa stok Minyakita dan beras SPHP telah disebar secara merata di seluruh pasar tradisional di Sumatera Utara, tidak terbatas pada pasar yang menjadi titik pantauan inflasi saja.

“Saya bisa pastikan, kalau harganya di atas HET, itu pasti bukan dari Bulog. Kalau dari Bulog yang melanggar, sudah kita laporkan sendiri ke Satgas Pangan. Masyarakat kami imbau untuk mencari warung lain di sekitar pasar jika menemukan harga di atas Rp15.700, karena stok kami tersedia luas dengan harga sesuai aturan,” kata Budi tegas, Kamis (12/3/2026).

Salah satu temuan menarik di lapangan adalah adanya pedagang yang membulatkan harga Minyakita dari Rp15.700 menjadi Rp16.000 dengan alasan klasik, yaitu tidak adanya uang kembalian pecahan kecil. Menanggapi hal ini, Bulog mengaku memiliki tantangan besar dalam mengedukasi pedagang.

Budi berharap praktik pembulatan harga seharusnya tidak merugikan konsumen. Ia mendorong agar pembulatan dilakukan ke bawah guna meringankan beban masyarakat, terutama di tengah masa Ramadan.

“Ini menjadi PR kami untuk mengedukasi para penjual. Harapan kita, pembulatan itu bisa dilakukan ke Rp15.500, jadi konsumen bisa mendapatkan kembalian Rp500, bukan malah dibulatkan naik ke Rp16.000. Edukasi ini penting agar esensi dari harga subsidi benar-benar dirasakan rakyat,” ucapnya.

Meskipun begitu, Budi mengaku masih ada beberapa pedagang Minyakita yang menjual di bawah HET, yaitu Rp15.500 per liter.

Bulog terus berkoordinasi dengan Satgas Pangan untuk memantau titik-titik distribusi yang nakal. Bagi pedagang yang mendapatkan pasokan resmi dari Bulog namun menjual di atas harga yang telah disepakati, Bulog tidak segan memberikan sanksi hingga pemutusan kerja sama distribusi.

Masyarakat diminta untuk lebih kritis dan melaporkan jika menemukan ketidakwajaran harga yang mencolok, mengingat stok Minyakita di gudang Bulog Sumut saat ini dilaporkan mencapai 5,4 juta liter. Jumlah ini dinilai lebih dari cukup untuk menekan spekulasi harga hingga Lebaran nanti. (hm25)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN