BI Warning: Industrialisasi Sumut Melemah, Target Pertumbuhan 5,4% di 2026 Terancam tanpa Digitalisasi dan Infrastruktur

Para pembicara pada acara 40th Bisnis Indonesia Group Conference di Hotel Santika Premiere Dyandra Hotel & Convention, Senin (8/12/2025). (foto:amita/mistar)
Medan, MISTAR.ID
Deputi Direktur Perwakilan Bank Indonesia Sumut, Abdul Khalim, menyoroti porsi lapangan usaha industri terhadap struktur ekonomi Sumut yang trennya semakin menurun, dari 21 persen menjadi sekitar 18 persen. Kondisi ini dinilai mengkhawatirkan karena Sumut berpotensi tertinggal dalam proses industrialisasi.
Di sisi lain, BI juga aktif mendorong digitalisasi penerimaan dan pengeluaran pemerintah daerah, seperti pembayaran PBB, pajak, dan parkir. Khali menyebut digitalisasi terbukti secara empiris dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan pertumbuhan ekonomi wilayah.
BI optimistis bahwa ekonomi Sumut akan melompat pada tahun 2026, dengan proyeksi pertumbuhan di kisaran 4,6 persen hingga 5,4 persen (setelah revisi dari 2025), serta potensi pertumbuhan yang lebih baik lagi pada 2027.
“Ekonomi Sumatera Utara ini akan jauh lebih baik dibandingkan 2025, karena pemerintahan baru sudah mulai membuat perencanaan lebih baik. Kemudian infrastruktur juga akan lebih masif di 2026, termasuk investasi juga akan lebih banyak masuk,” kata Khali pada acara 40th Bisnis Indonesia Group Conference di Hotel Santika Premiere Dyandra Hotel & Convention, Senin (8/12/2025).
Untuk mencapai pertumbuhan yang konsisten tinggi, yakni di atas 6,5 persen hingga 2029, Khali menyarankan tiga strategi utama, yaitu mendorong investasi—terutama di sektor infrastruktur dan industrialisasi.
Ia juga menekankan pentingnya memprioritaskan konektivitas antara daerah industri dengan jalan, pelabuhan, bandara, dan sumber bahan baku. Hal ini harus dilakukan melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku industri, dan perguruan tinggi untuk menyesuaikan kebutuhan pasar, seperti kebutuhan ahli gizi dan chef yang meningkat untuk mendukung program MBG.
“Daya saing institusional dan kemudahan investasi Sumut masih rendah, sehingga perlu ditingkatkan agar tidak kalah saing dengan Riau,” ucapnya. (hm27)
BERITA TERPOPULER
BERITA TERPOPULER



















