Thursday, June 4, 2026
home_banner_first
EDUKASI

Satu Satwa Endemik Australia Dinyatakan Punah

Mistar.idRabu, 31 Desember 2025 11.41
EH
satu_satwa_endemik_australia_dinyatakan_punah

Hewan endemik Australia, Tikus Kesturi. (Foto: earth.com)

news_banner

Sydney, MISTAR.ID

Salah satu satwa endemik Australia asal Pulau Christmas, tikus kesturi Christmas Island, resmi dinyatakan punah. Spesies bernama ilmiah crocidura trichura tersebut sudah tidak pernah terlihat selama sekitar 40 tahun.

Status kepunahan itu diumumkan oleh International Union for the Conservation of Nature (IUCN) pada Oktober 2025. Pulau Christmas sendiri dikenal sebagai habitat berbagai spesies unik yang tidak ditemukan di wilayah lain.

Pulau kecil di Samudra Hindia itu juga menjadi rumah bagi kepiting darat yang melakukan migrasi massal setiap tahun untuk bertelur, serta burung Abbott’s booby yang memiliki penampilan khas. Di masa lalu, tikus kesturi ini pun merupakan bagian penting dari ekosistem setempat.

Catatan naturalis Eropa pada akhir abad ke-19 menyebutkan bahwa tikus kecil ini sangat melimpah di seluruh pulau. Mereka menggambarkan suara cicitannya yang nyaring dan khas, terdengar dari berbagai penjuru saat malam hari.

Namun kondisi berubah drastis setelah kedatangan spesies mamalia lain yang dibawa manusia. Mengutip IFLScience, tikus kesturi Pulau Christmas diduga menjadi spesies mamalia ketiga yang punah akibat masuknya tikus hitam invasif sekitar satu abad lalu.

Sebelumnya, tikus bulldog dan tikus Maclear asli juga lenyap, kemungkinan akibat parasit trypanosoma yang dibawa oleh tikus hitam tersebut.

Tekanan terhadap fauna asli Pulau Christmas semakin besar dengan masuknya ular serigala Asia pada era 1980-an. Predator ini diperkirakan turut berkontribusi terhadap hilangnya kelelawar pipistrelle Pulau Christmas serta beberapa spesies reptil endemik.

Kepunahan tikus kesturi ini menambah daftar panjang kehilangan satwa di Australia. Sejak 1788, negara tersebut telah kehilangan 39 spesies mamalia darat, atau sekitar 10 persen dari total mamalia daratnya.

Profesor Biologi Konservasi dari Charles Darwin University, John Woinarski, menilai peristiwa ini sebagai peringatan serius. Menurutnya, kepunahan tikus kesturi menegaskan besarnya tantangan dalam mencegah hilangnya keanekaragaman hayati, serta pentingnya upaya perlindungan yang lebih kuat dan dukungan kebijakan di tingkat nasional.

Meski begitu, Woinarski masih menyimpan harapan. Ia menyebut tikus kesturi Pulau Christmas sebelumnya pernah dianggap punah namun kemudian kembali terdeteksi. Ia berharap masih ada kelompok kecil yang bertahan di sudut-sudut tersembunyi pulau tersebut.

Selain tikus kesturi, pembaruan Daftar Merah IUCN juga mencatat lima spesies lain yang kini masuk kategori punah. Salah satunya adalah burung curlew berparuh ramping (Numenius tenuirostris), burung migran yang terakhir kali tercatat terlihat di Maroko pada 1995. (hm20)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN