Friday, June 5, 2026
home_banner_first
BUDAYA

Wabup Samosir Resmikan Museum Pusaka Batak Toba, Serahkan Bantuan Rp50 Juta

Mistar.idJumat, 19 Desember 2025 12.01
AN
JS
wabup_samosir_resmikan_museum_pusaka_batak_toba_serahkan_bantuan_rp50_juta

Wakil Bupati Samosir, Ariston Tua Sidauruk, meresmikan Museum Pusaka Batak Toba. (Foto: Istimewa/Mistar)

news_banner

Samosir, MISTAR.ID

Wakil Bupati Samosir, Ariston Tua Sidauruk, meresmikan Museum Pusaka Batak Toba sekaligus Pusat Studi Budaya Batak yang berlokasi di Kompleks Gereja Katolik Inkulturatif Santo Mikhael, Pangururan, Rabu (18/12/2025).

Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti serta peninjauan langsung ke dalam museum yang menyimpan berbagai benda pusaka Batak Toba. Museum tersebut dilengkapi sejumlah fasilitas pendukung, antara lain homestay bernuansa budaya, kafe, serta area UMKM.

Ariston Tua Sidauruk mengapresiasi peran umat Katolik yang berkontribusi dalam pelestarian budaya Batak melalui pendirian Museum Pusaka Batak Toba. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk dukungan nyata gereja kepada pemerintah daerah dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya.

Ia menyampaikan bahwa kehadiran museum menjadi momentum penting dalam membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian budaya Batak, sekaligus sebagai ruang penyimpanan simbol-simbol budaya Samosir, mulai dari artefak kecil hingga pusaka peninggalan leluhur suku Batak.

Ariston menilai keberadaan museum tersebut akan mendukung pengembangan sektor pariwisata di Kabupaten Samosir. Ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama mempromosikan Museum Pusaka Batak Toba yang telah dilengkapi berbagai fasilitas pendukung.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Wakil Bupati Samosir menyerahkan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Samosir sebesar Rp50 juta yang diperuntukkan bagi perbaikan serta pengembangan museum ke depan. Selain itu, pemerintah daerah membuka peluang kerja sama di bidang seni dan budaya guna memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Sementara itu, Pastor Paroki Santo Mikhael Pangururan, Elio Sihombing, berharap adanya perhatian pemerintah dalam penataan kawasan museum agar benar-benar menjadi tempat pendalaman budaya dan iman bagi masyarakat.

Direktur Yayasan Pusaka Batak Toba, Pastor Theodorus Sitinjak, menegaskan museum tersebut terbuka untuk umum dan tidak hanya diperuntukkan bagi umat Katolik.

Ia menjelaskan museum dikonsep dengan area parkir yang luas serta ruang terbuka hijau, dan akan menjalin kerja sama dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan serta Dinas Pendidikan.

Minister Provinsial Ordo Kapusin Medan, Pastor Yasafat Ivo Sinaga, menekankan museum bukan sekadar tempat penyimpanan artefak, melainkan ruang pembelajaran untuk memahami sejarah dan proses pembentukan manusia.

Ia menambahkan Ordo Kapusin telah mendirikan dua museum budaya, masing-masing di Kabupaten Karo dan Kabupaten Samosir, serta berharap dukungan berkelanjutan dari masyarakat dan pemerintah. (hm25)


BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN