Misteri Pergeseran Tanggal Thaipusam, PHDI Medan: Penentunya Berdasarkan Bulan Purnama

Ketua PHDI Kota Medan, Suben Thiren. (foto: amita/mistar)
Medan, MISTAR.ID
Perayaan Thaipusam di Kota Medan tahun 2026 jatuh pada awal Februari, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang kerap mengalami pergeseran tanggal. Fenomena penentuan waktu ibadah ini sering kali mengundang pertanyaan di kalangan masyarakat awam mengenai alasan di balik perbedaan tanggal perayaan setiap tahunnya.
Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Medan, Suben Thiren, memberikan penjelasan mendalam mengenai sistem penanggalan suci ini. Menurutnya, Thaipusam bukanlah perayaan yang dipaku pada tanggal tetap dalam kalender Masehi, melainkan sangat bergantung pada siklus bulan lunar.
"Thaipusam itu berasal dari kata 'Thai' yang merupakan nama bulan dalam kalender Tamil, dan 'Pusam' yang merujuk pada bintang tertentu. Perayaannya jatuh pada bulan Thai Masam, yakni periode antara pertengahan Januari sampai pertengahan Februari. Di situlah kita melihat bulan purnamanya jatuh dimana. Jadi penentuannya memang tepat saat bulan purnama, seperti hari ini," kata Suben, Minggu (1/2/2026).
Baca Juga: Kereta Kencana Berusia 147 Tahun akan Mengaspal Dalam Perayaan Thaipusam di Medan Malam Ini
Selain aspek penanggalan, Suben juga menegaskan Thaipusam memiliki fokus pemujaan yang spesifik di antara banyaknya dewa dalam ajaran Hindu. Perayaan ini merupakan bentuk penghormatan dan nazar khusus yang ditujukan kepada Dewa Murga.
Sentral dari perayaan ini di Medan adalah Kuil Sree Soepramanem Nagarattar yang terletak di Jalan Teuku Umar, Medan. Kuil ini menyimpan harta karun budaya berupa kereta kencana legendaris yang menjadi ikon utama setiap festival jalanan Thaipusam digelar.
"Thaipusam ini khusus untuk Dewa Murga. Itulah mengapa Kuil Sree Soepramanem Nagarattar menjadi pusatnya, karena di sana terdapat kereta kencana yang usianya sudah ratusan tahun. Kalau saya tidak salah, usianya sudah mencapai 146 atau 147 tahun, dan hingga saat ini kondisinya masih sangat terawat dengan baik," ucapnya.
Keberadaan kereta kencana berusia hampir satu setengah abad tersebut menjadi bukti kuatnya akar tradisi masyarakat etnis India Tamil di Medan. Kereta ini bukan sekadar alat transportasi rituil, melainkan simbol keberkahan yang dipercaya membawa perlindungan bagi kota saat diarak keliling rute Little India.
Dengan pemahaman mengenai siklus bulan purnama ini, umat diharapkan dapat memaknai bahwa Thaipusam adalah momen puncak spiritualitas yang menyelaraskan antara doa manusia dengan harmoni alam semesta.
Terjaganya ornamen klasik dan fisik kereta kencana hingga saat ini juga menjadi pesan penting tentang pentingnya pelestarian budaya di tengah modernisasi Kota Medan.
























