3.5 C
New York
Wednesday, February 8, 2023

Kunjungi Museum De Tjolomadoe, Ijeck: Bak Memasuki Lorong Waktu Masa Pabrik Beroperasi

Solo, MISTAR.ID

Saat kunjungan kerja ke Jawa Tengah, Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Musa Rajekshah menyempatkan diri berkunjung ke Museum De Tjolomadoe, Karanganyar, Jawa Tengah, Senin 16 Januari 2023.

Ijeck sapaan akrab Wagub tak menyembunyikan kekagumannya. Ia mengaku serasa memasuki lorong waktu usai melihat ragam koleksi benda di dalam Museum De Tjolomadoe.

“Saya membayangkan di zaman itu pabrik ini berdiri seperti apa. Melihat museum ini tergambarlah bagaimana dulu pabrik ini beroperasional,” ujar Ijeck dalam keterangan resminya, Selasa (17/1/23).

Museum ini tidak sekadar menyuguhkan koleksi tapi juga memberikan edukasi, bahkan pendirinya Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Mangkunegara IV menjadi inspirasi karena memiliki pemikiran yang visioner membangun pabrik gula saat itu.

Baca juga:Museum Sumpah Pemuda Film Dokumenter Animasi “YAMIN”

“Satu hal yang luar biasa menurut saya karena pabrik ini berdiri sebelum negara ini merdeka, tahun 1861. Pendirinya Mangkunegara IV berpikir sangat visioner. Ini harus jadi semangat kita generasi bangsa apalagi saat ini kita punya banyak kemudahan dalam akses informasi dan lainnya. Dengan pikiran yang visioner seperti KGPAA Mangkunegara IV, ditambah punya kemauan yang besar, tekad yang bulat dan semangat pantang menyerah Indonesia akan semakin maju,” katanya.

Dahulu gula yang diproduksi Pabrik Tjolomadoe diekspor hingga ke luar negeri. Pabrik ini pun menjadi yang terbesar di Asia hingga akhirnya ditutup. Sejarah Tjolomadoe harus jadi masukan agar ke depan lahan-lahan pertanian bisa terus produktif.

“Ternyata dahulu kita mampu mengelolah lahan produktif ladang tebu sehingga menghasilkan gula dan bisa diekspor. Sekarang perkembangan zaman permukiman bertambah, lahan-lahan ini berkurang. Ini juga jadi masukan ke depan kita harus berpikir bagaimana lahan-lahan kita ini bisa produktif kembali supaya kita bisa swasembada pangan,” katanya.

Baca juga:Museum Perkebunan Kembali Dibuka Untuk Edukasi Wisata

Sementara itu, Marketing Manager Museum De Tjolomadoe Aji menyampikan pihaknya berharap museum ini bisa terus diramai pengunjung khususnya pra generasi muda. “Semoga bisa didatangi oleh adik-adik kita sebagai wisata edukasi, agar mereka tahu bagaimana mereka minum pakai gula itu proses pembuatannya seperti apa,” katanya.

Ia juga berharap pabrik gula lainnya yang sudah ditutup bisa dijadikan museum seperti De Tjolomadoe. “Semoga beberapa pabrik gula yang sudah mati atau sudah tutup bisa dijadikan museum juga seperti di sini,” tutupnya. (anita/hm06)

 

Related Articles

Stay Connected

0FansLike
3,705FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Articles