Samosir Diserbu Wisatawan Saat Lebaran 2026, Jalur Darat dan Penyeberangan Padat

Wisatawan padati lokasi air mancur menari di Water Front City Pangururan. (foto:istimewa/mistar)
Samosir, MISTAR.ID
Libur Lebaran tahun 2026 menjadi berkah sekaligus tantangan bagi Kabupaten Samosir yang dipadati ribuan wisatawan yang datang dari berbagai daerah.
Kabupaten Samosir menjadi salah satu tujuan wisatawan di kawasan Danau Toba yang menyebabkan lonjakan kepadatan arus lalu lintas, baik jalur darat maupun jalur penyeberangan danau.
Sejak hari pertama Lebaran, arus wisatawan yang masuk ke Kabupaten Samosir terus meningkat tajam. Kepadatan terlihat di sejumlah jalur utama dan lintasan penyeberangan danau, seperti Tigaras–Simanindo, Ajibata–Ambarita, dan Ajibata–Tomok.
Tingginya animo pengunjung dan para perantau yang memanfaatkan libur panjang menjadi pemicu utama lonjakan kunjungan ke Kabupaten Samosir.
Pemerintah Kabupaten Samosir bersama lintas sektor telah melakukan berbagai langkah antisipasi, mulai dari penambahan armada kapal, pengaturan jadwal penyeberangan, hingga penempatan petugas di titik-titik rawan kemacetan.
Kepala Dinas Kominfo Samosir, Immanuel Sitanggang, Senin (23/3/2026), menyebutkan bahwa lonjakan ini telah diprediksi sebelumnya dan menjadi indikator meningkatnya daya tarik pariwisata Samosir.
"Pemerintah Kabupaten Samosir terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada para wisatawan selama berada di Samosir. Kepadatan yang terjadi merupakan dampak dari tingginya minat kunjungan, namun telah diantisipasi melalui kolaborasi lintas sektor," ujarnya.
Kepada wisatawan yang berkunjung, Immanuel mengimbau untuk tetap menjaga kebersihan, ketertiban, serta mengutamakan keselamatan selama berwisata.
Salah seorang wisatawan asal Kota Medan, Rafaelo, mengatakan rombongannya sengaja menghabiskan waktu libur selama tiga hari dan menginap di Samosir.
"Keindahan alam Samosir luar biasa, kami tidak pernah bosan datang ke sini. Liburan kali ini kami manfaatkan selama tiga hari dan memilih menginap di homestay agar bisa lebih menikmati suasana alam," katanya.
Di tengah kemacetan yang terjadi, pengunjung asal Kupang, Margarita, mengaku tetap menikmati perjalanan di Kabupaten Samosir.
"Macet tidak jadi masalah, yang penting bisa menikmati keindahan alam Samosir," ucapnya. (hm27)





















