Sunday, July 19, 2026
home_banner_first
WISATA

Pengunjung Membludak di Istana Maimun Medan Usai Idulfitri 2026

Mistar.idSelasa, 24 Maret 2026 pukul 20.45 WIB
pengunjung_membludak_di_istana_maimun_medan_usai_idulfitri_2026

Wisatawan yang sedang berfoto dan berkunjung ke Istana Maimun Medan (foto:Susan/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Sejak hari pertama Idulfitri 1447 Hijriah hingga hari ini, wisatawan terus berdatangan ke salah satu ikon Kota Medan, yakni Istana Maimun yang berlokasi di Kelurahan Aur, Kecamatan Medan Maimun.

Petugas tiket Istana Maimun, Tia, saat ditemui Mistar di lokasi, menyebutkan bahwa pada hari pertama Lebaran jumlah pengunjung tidak terlalu banyak karena masyarakat masih fokus bersilaturahmi dan jam operasional istana juga dibuka lebih siang.

“Di hari pertama memang sedikit menurun, mungkin karena masih silaturahmi dan kami juga buka mulai pukul 12.00 WIB. Biasanya kami buka dari pukul 08.00 WIB,” ujarnya kepada Mistar, Selasa (24/3/2026).

Memasuki hari kedua hingga saat ini, jumlah pengunjung terus meningkat. Ia menyebutkan jumlah pengunjung diperkirakan naik berkali lipat dibandingkan hari biasa, dengan harga tiket yang masih tetap Rp10 ribu per orang.

Tia juga mengungkapkan bahwa selain menikmati bangunan istana, pengunjung dapat menikmati berbagai wahana permainan anak di area luar, seperti skuter listrik, serta keberadaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Sementara itu, salah seorang pengunjung, Herawati (35), mengaku baru pertama kali mengunjungi Istana Maimun. Ia datang dari Padang dalam rangka bersilaturahmi ke rumah kerabat di Kota Medan.

“Baru sekali ke sini, karena katanya ini ikon Kota Medan, jadi kami datang ke sini. Dan memang terlihat megah. Motif dan coraknya sangat khas,” katanya.

Ia menilai interior istana masih menampilkan kemegahan, seperti kursi kerajaan, tempat tidur, hingga potret para sultan terdahulu yang memberikan gambaran suasana Kesultanan Deli di masa lalu.

Namun, Herawati mengaku terkejut dengan banyaknya pedagang di dalam area istana. Menurutnya, kondisi tersebut sedikit mengurangi kesan sakral bangunan bersejarah tersebut.

“Kaget juga tadi saat pertama masuk ke dalam, banyak yang berjualan, seperti songket, aksesori, peci Melayu, dan lainnya,” tuturnya.

Diketahui, Istana Maimun merupakan ikon sejarah Kesultanan Deli yang dibangun pada tahun 1888 oleh Sultan Ma’mun Al Rasyid Perkasa Alam. Bangunan ini mengusung perpaduan arsitektur Melayu, Eropa, Arab, dan India, serta menjadi salah satu destinasi wisata unggulan yang menyajikan nilai sejarah dan budaya di Kota Medan.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN