Sunday, July 19, 2026
home_banner_first
WISATA

Menelusuri Masjid Putra, Destinasi Religi Wajib jika Jalan-Jalan ke Malaysia

Mistar.idSenin, 2 Maret 2026 pukul 06.00 WIB
menelusuri_masjid_putra_destinasi_religi_wajib_jika_jalanjalan_ke_malaysia

Kemegahan Masjid Putra, Malaysia. (foto: Perdana/mistar)

news_banner

Putrajaya, MISTAR.ID

Ramadan selalu menghadirkan suasana berbeda bagi umat Islam di seluruh dunia. Tak hanya menjadi momentum memperbanyak ibadah, bulan suci ini juga mendorong banyak orang melakukan perjalanan religi ke berbagai destinasi yang sarat nilai spiritual.

Jika Anda berencana berkunjung ke Malaysia, khususnya ke kawasan sekitar Kuala Lumpur, ada satu ikon religi yang hampir selalu masuk daftar kunjungan wisatawan: Masjid Putra.

Wartawan Mistar.id, belum lama ini berkesempatan menyambangi langsung masjid yang berdiri megah di pusat administratif Putrajaya tersebut. Dari kejauhan, bangunannya langsung memikat perhatian.

Masjid Putra dikenal luas sebagai salah satu ikon arsitektur Islam modern di Asia Tenggara. Ciri khas paling mencolok adalah kubah dan dindingnya yang berwarna merah muda. Warna lembut ini membuat banyak wisatawan menjulukinya sebagai “Masjid Pink”.

Letaknya yang berada tepat di tepi Danau Putrajaya menghadirkan panorama yang dramatis. Saat cuaca cerah, pantulan bangunan di permukaan air menciptakan suasana syahdu dan menenangkan. Kombinasi arsitektur megah dan lanskap danau membuatnya tak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga magnet wisata religi dan fotografi.

Masjid ini mulai dibangun pada 1997 dan diresmikan dua tahun kemudian, tepatnya 1999, seiring pengembangan Putrajaya sebagai pusat administrasi pemerintahan Malaysia. Nama “Putra” disematkan sebagai bentuk penghormatan kepada Perdana Menteri pertama Malaysia, Tunku Abdul Rahman Putra Al-Haj.

Lokasinya dapat ditempuh sekitar satu jam perjalanan dari Kuala Lumpur menggunakan kendaraan umum, sehingga relatif mudah diakses wisatawan.

Selama Ramadan, Masjid Putra menjadi pusat berbagai kegiatan keagamaan. Ribuan jamaah memadati ruang salat utama yang mampu menampung sekitar 15 ribu orang. Salat Tarawih berjamaah, kajian Islam, hingga program buka puasa bersama digelar dan terbuka untuk publik.

Masjid ini dibuka setiap hari untuk pelancong mulai pukul 09.00 hingga 18.00 waktu setempat, kecuali hari Jumat yang dibuka pada pukul 15.00 hingga 18.00 waktu setempat.

Tak hanya indah secara visual, masjid-masjid di Malaysia, termasuk Masjid Putra, menghadirkan atmosfer khusyuk yang terasa kuat, terutama saat Ramadan. Nuansa religius begitu terasa sejak memasuki gerbang utamanya.

Memasuki kawasan masjid, pengunjung akan melihat gerbang besar dengan penjaga berseragam yang sekilas mengingatkan pada Askar di Masjid Nabawi. Di dalam area gerbang terdapat rak sepatu berukuran besar serta fasilitas peminjaman jubah bagi wisatawan yang belum berpakaian sesuai ketentuan.

Semua pengunjung wajib berpakaian sopan dan menutup aurat. Khusus non-muslim atau wisatawan yang tidak menutup aurat, akan dipinjami jubah berwarna merah yang harus dikenakan selama berada di area masjid.

Kemegahan Masjid Putra, Malaysia. (foto: Perdana/mistar)

Ruang wudu terletak di basement dengan desain arsitektur yang mengingatkan pada Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Sementara ruang salat utama dilengkapi pendingin ruangan, membuat suasana ibadah terasa sejuk dan nyaman dengan sajadah yang empuk.

Sentuhan warna coklat muda dan emas gelap di beberapa bagian interior menghadirkan nuansa elegan yang kental dengan atmosfer Timur Tengah.

Mahmod Al Kangsary, pengawal bahagian keselamatan pelancong, kepada Mistar.id mengatakan masjid ini telah dikunjungi berbagai wisatawan dari seluruh dunia.

Menurutnya, setiap hari selalu ada rombongan turis yang datang, baik dari negara Asia, Timur Tengah, hingga Eropa, untuk melihat langsung keindahan Masjid Putra sekaligus mengenal budaya Islam di Malaysia.

Salah satu pengunjung asal Asahan, Sumatera Utara, Masrul Siregar, mengaku terkesan saat pertama kali menginjakkan kaki di kawasan masjid tersebut.

“Begitu sampai, saya langsung merasa tenang. Arsitekturnya luar biasa indah dan suasananya sangat mendukung untuk beribadah. Rasanya seperti berada di kawasan masjid besar di Timur Tengah,” ujarnya.

Masrul juga menilai kebersihan dan pengelolaan kawasan masjid sangat baik, sehingga membuat wisatawan merasa nyaman meski jumlah pengunjung cukup ramai.

Masjid Putra bukan hanya sebagai tempat ibadah, melainkan simbol harmoni antara sejarah, arsitektur modern, dan spiritualitas. Keindahannya yang ikonik, fasilitas lengkap, serta atmosfer Ramadan yang kuat menjadikannya destinasi religi wajib jika berkunjung ke Malaysia.

Bagi wisatawan yang ingin memadukan perjalanan spiritual dengan pengalaman wisata yang berkesan di Kuala Lumpur, Masjid Putra di Putrajaya menjadi pilihan yang sulit untuk dilewatkan.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN