Monday, July 20, 2026
home_banner_first
WISATA

Berpotensi, Wisata Pantai Godung di Kecamatan Uluan Toba Telantar Sejak 2019

Mistar.idSenin, 26 Januari 2026 pukul 16.48 WIB
berpotensi_wisata_pantai_godung_di_kecamatan_uluan_toba_telantar_sejak_2019

Pantai Tao Godung yang ditumbuhi semak-belukar. (Foto: Nimrot/mistar)

news_banner

Toba, MISTAR.ID

Sejak dibangun Pemerintah Kabupaten Toba melalui Dinas Pariwisata pada tahun 2019, Pantai Tao Godung di Desa Partor Janji matogu, Kecamatan Uluan telantar tanpa sekalipun dikelola maupun dirawat Dinas Pariwisata, Desa bahkan pihak HKBP.

Padahal pantai tersebut memiliki potensi besar dengan pantainya yang landai dan dangkal hingga 200 meter dari bibir pantai hingga ke tengah Danau Toba, sehingga sangat cocok dijadikan tempat liburan keluarga khususnya yang memiliki anak kecil.

Kepala Desa Partor Janji Matogu, Bangkit Sinurat mengakui sejak dibangun Dinas Pariwisata pantai ini tidak dikelola dengan maksimal dari pihak manapun hingga seperti sekarang sudah berantakan dan ditumbuhi oleh semak-belukar.

"Bahkan pihak HKBP yang mengajukan permohonan pembangunan kepada Pemerintah Kabupaten Toba tidak melakukannya," ujar Bangkit, Senin (26/1/2026).

Menurutnya, pihak desa tidak dapat disalahkan bangunan pemerintah untuk mendukung pariwisata ditelantarkan, sebab yang mengajukan permohonan dan keberadaan tanah merupakan bagian dari pihak Gereja HKBP, sebab pantai tersebut merupakan kaki dari bangunan gereja.

"Mana mungkin pihak desa mengelola pantai tersebut, tanpa persetujuan dari pihak Gereja HKBP meskipun pantai tersebut sebenarnya masih bagian dari sempadan Danau Toba sepanjang 50 meter dari bibir pantai, tetapi karena kaki dari bangunan gereja harus ada persetujuan mereka untuk mengelolanya," katanya.

Dikatakannya, seiring waktu berkat komunikasi dan musyawarah yang dilakukan, akhirnya pihak Gereja HKBP mau menyerahkan pengelolaannya kepada Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) dengan persyaratan melakukan penyewaan lokasi sebesar kurang lebih Rp1.000.000 untuk lima tahun.

"Besaran dari sewa lokasi bisa saja berubah lebih tinggi jika wisata pantai mengalami peningkatan pengunjung. Harga sewa ini ditentukan sementara saja sebab baru dalam tahap pembenahan, dan belum ada pengunjung," ucapnya.

Bangkit juga mengatakan Bumdes saat ini sedang melakukan pembangunan secara bertahap untuk melakukan pembenahan pantai agar menjadi wisata pantai unggulan yang ada di Kabupaten Toba, sebab memiliki pasir putih yang halus dan tidak dimiliki pantai lain di sekitaran Danau Toba.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN