Sunday, July 19, 2026
home_banner_first
SUMUT

Warga Kota Sibolga Datangi Gudang Penyimpanan Bantuan

Mistar.idKamis, 12 Maret 2026 pukul 15.40 WIB
warga_kota_sibolga_datangi_gudang_penyimpanan_bantuan

Masyarakat mendatangi gedung tempat penyimpanan bantuan bencana di Bukit Panomboman, Kecamatan Sibolga Utara, Kota Sibolga. (Foto: Feliks/Mistar)

news_banner

Sibolga, MISTAR.ID

Puluhan warga Kota Sibolga dan Panomboman mendatangi bangunan eks Kampus Akademi Komunitas Negeri (AKN) Sibolga, di Bukit Panomboman, Kecamatan Sibolga Utara, Kota Sibolga. Lokasi ini diduga menjadi tempat penimbunan bantuan bencana, Kamis (12/3/2026)

Kedatangan warga ini untuk mendesak agar bantuan segera disalurkan. Pantauan Mistar, terlihat sejumlah personel TNI, Satpol PP, dan petugas BPBD Kota berjaga di lokasi gedung.

Salah satu warga yang mendatangi lokasi, Mida Sibarani, mengatakan kedatangan mereka juga untuk membuktikan kebenaran adanya bantuan yang sengaja ditimbun.

Ia mempertanyakan mengapa bantuan tidak disalurkan, padahal warga yang terdampak bencana sudah sangat membutuhkan bantuan.

“Mengapa bantuan tersebut tersimpan rapi di dalam gudang, sementara kondisi ratusan warga masih banyak yang berjuang hidup dan mengalami kesulitan pascabencana banjir dan longsor tahun 2025 lalu,” tuturnya.

Dilanjutkannya, “Kami lihat, sudah ada yang kadaluarsa juga itu, tak mungkin donatur memberikan bantuan yang kedaluwarsa. Berarti bantuan ini sengaja ditahan. Seharusnya kan benar-benar dibantu masyarakat membutuhkan."

Mida mendesak agar Wali Kota Sibolga dan aparat penegak hukum bertindak tegas mengusut dugaan kasus penimbunan bantuan.

"Ini sudah sangat jelek saya rasa. Jadi, harapan saya segera diusut kasus ini. Itu harapan saya agar pemerintahan ini bersih dan dapat berjalan dengan baik. Masyarakat percaya apa yang sudah diemban bisa dijalankan dengan baik," katanya.

Sedangkan petugas BPBD Kota Sibolga, Ismail, yang ikut menjaga gudang bantuan mengaku heran atas kehadiran warga sejak pukul 09.30 WIB.

"Saya konfirmasi dari kantor bahwasanya tidak ada undangan dari pemerintah kepada masyarakat untuk memberikan bantuan. Belum ada juga melaporkan hal apa warga datang ke sini," ucapnya.

Ismail menambahkan ada banyak bantuan yang disimpan dalam gudang tersebut, antara lain tenda pengungsian, tenda keluarga, bahan pangan, cangkul, angkong, sekop dan masih banyak lagi.

Sebelumnya, personel Polres Sibolga sudah mendatangi gedung yang diduga sebagai gudang tempat penimbunan bantuan bencana alam yang tidak disalurkan kepada warga.

Polisi juga sudah memintai keterangan penjaga gedung, dan mengambil foto dokumentasi setiap jenis bantuan yang ada di gedung itu.

Dugaan penimbunan bantuan ini sebelumnya mencuat setelah beredarnya sebuah video di media sosial yang diunggah Risman Lase yang memperlihatkan tumpukan berbagai jenis bantuan dengan jumlah yang cukup banyak.

Dari video yang disebarkan terlihat di dalam gedung ada tabung gas, sekop, kompos gas, selimut, tas, tikar, matras, ember dan mesin stempel, yang berasal dari para donatur berbagai lembaga, instansi dan organisasi masyarakat, termasuk bantuan dari Alumni Akabri 89.

Selain itu, ada juga jenis bantuan seperti selang air, beko sorong, mi instan, roti, berbagai jenis makanan ringan, tabung gas elpiji berwarna pink, serta sejumlah paket sembako yang tertulis berasal dari Angkatan Laut (AL).

Hingga berita ini dikirim ke redaksi, warga masih tetap bertahan di lokasi gedung penyimpanan bantuan. (hm20)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN