Warga Keluhkan Kondisi Jembatan Titi Payung di Hamparan Perak Nyaris Ambruk

Lubang besar di jembatan yang dapat membahayakan pengguna jalan. (foto: kamaluddin/mistar)
Deli Serdang, MISTAR.ID
Jembatan Titi Payung, Desa Klambir, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang yang menghubungkan Kabupaten Deli Serdang menuju Kota Medan nyaris ambruk. Jembatan berusia belasan tahun tersebut dikhawatirkan ambruk, namun masih saja dilalui motor dan mobil.
Masyarakat sekitar jembatan menyebutkan, jembatan ini kerap dilalui mobil tanki besar yang mengangkut CPO dan BBM, serta mobil pengangkut kayu gelondongan dari Kabupaten Langkat, tanpa adanya pengawasan dinas terkait.
Dengan tonase puluhan ton truk melintasi jembatan tersebut, penopang struktur jembatan kini makin melemah. Bahkan, ujung jembatan sisi timur runtuh, berlubang membentuk lubang yang dikhawatirkan membuatnya ambruk, karena tak kuat menahan beban berat.
Tak hanya itu, sisi bangunan penyangga jembatan sebelah barat bagian bawah terus terkikis oleh abrasi air sungai Belawan, membuat kondisi jembatan semakin usang. Pembangunan jembatan Titi Payung sendiri sudah dimulai sebelum pandemi Covid-19, namun hingga kini belum juga selesai.
Mangkraknya proses pengerjaan jembatan ini dikaitkan dengan penangkapan Mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sumatera Utara, Topan Obaja Putra Ginting, oleh KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) terkait kasus dugaan suap proyek jalan dan jembatan.
Masyarakat sekitar juga telah menyampaikan keluhan mereka kepada Anggota Komisi V DPR RI, Musa Rajekshah, yang melakukan kunjungan reses ke Desa Klambir 5 Kampung, beberapa waktu lalu.
Thalib, 62 tahun, seorang pedagang kelapa yang kerap melintas di jembatan itu menyebutkan kondisi jembatan sudah sangat memprihatinkan. Dia meminta agar jembatan Titi Payung segera diperbaiki pihak terkait.
"Jembatan ini sangat penting bagi akses transportasi dan perekonomian masyarakat, karena menghubungkan Kabupaten Deli serdang dengan kota Medan. Kita juga minta jembatan diperbaiki agar tidak mengambil korban," ujarnya, Sabtu (10/1/2026).
BERITA TERPOPULER





















