Walet, Anjing Pelacak Internasional Andalan Operasi SAR Banjir Tapanuli Selatan

Penampakan Walet, anjing pelacak yang miliki pengalaman internasional. Kini Walet ditugaskan mencari titik korban banjir bandang di Kecamatan Batang Toru. (Foto: Iqbal/Mistar)
Tapsel, MISTAR.ID
Pencarian korban banjir bandang di Kabupaten Tapanuli Selatan, khususnya Kecamatan Batang Toru, terus dilanjutkan hingga saat ini. Perbantuan kinain alias anjing pelacak pun mulai dikerahkan. Empat kinain telah ditugaskan untuk melacak para korban yang berjatuhan.
Keempatnya yakni Walet, Dasa, Ari, dan Rubin. Kinain-kinain tersebut merupakan pelacak terbaik yang dimiliki Kepolisian Indonesia. Namun, satu yang menarik perhatian adalah kinain bernama Walet, seekor anjing jantan yang memiliki pengalaman level internasional.
Walet, dengan bulu dominan hitam, tampak gagah sejak diturunkan dari mobil K-9 Ditpolsatwa Baharkam Polri. Begitu dilepaskan oleh petugas, pergerakan lincahnya ditambah endusannya membuat siapa pun yang melihatnya terkesima.
"Walet ini yang paling berpengalaman, dia sudah pernah ditugaskan ke Myanmar dan Turki. Jadi pengalaman dia sudah banyak," ujar Kompol Kadarman, pimpinan operasi K-9 di kawasan Tapanuli Selatan.
Nama Walet ternyata tercatat di sertifikat anjing pelacak yang dikeluarkan lembaga di Belanda. Medan bencana bukan hal baru baginya.
"Ya, dia (Walet) di Turki itu ditugaskan mencari korban gempa besar saat itu, 2–3 tahun yang lalu," ucapnya.
Anjing jenis Dutch Shepherd ini bisa dikatakan pelacak spesialis pencarian korban di kawasan bencana, karena selalu diturunkan dalam kondisi bencana alam.
"Sejak usia 7 bulan, kinain-kinain sudah dapat kita ketahui kemampuannya, apakah untuk SAR, narkotika, bahan peledak, atau pelacakan umum. Jadi kita bisa lihat sifat-sifat anjingnya dan bagaimana dia mengendusnya," tuturnya.
Anjing pelacak yang kini berusia 6 tahun itu juga pernah bertugas dalam pencarian korban gempa Cianjur pada 2022 silam. Walet tampil gemilang saat itu karena berhasil menemukan 10 korban.
"Untuk saat ini, Walet masih sangat bisa diandalkan, karena kemampuan, kepekaan, dan staminanya masih bagus," ujar Kadarman.
Menghadapi lapangan yang dipenuhi kayu-kayu sisa banjir bandang di Batang Toru, bukan hanya Walet, tiga kinain lainnya juga merasakan keletihan. Namun Kadarman mengatakan tim kesehatan tetap menjaga stamina kinain.
"Kita ada tim medis. Kinain ini kalau sudah lelah harus diistirahatkan, karena nanti hasil pelacakannya bisa tidak maksimal. Tim kesehatan kita standby untuk bertindak," ucapnya.
Khusus Walet sendiri, staminanya dalam menjalankan tugas masih terlihat enerjik. Kadarman membuka kemungkinan Walet masih jauh dari kata pensiun.
"Sebenarnya tidak ada waktu kapan kinain ini harus pensiun, selagi kemampuan, tenaga, dan kepekaannya masih bagus, masih bisa dikerahkan," katanya.






















