Thursday, June 4, 2026
home_banner_first
SUMUT

Viral! Pedagang Takjil di Tanjung Pura Pakai Busana Adat, Omzet Tembus Jutaan per Hari

Mistar.idSenin, 23 Februari 2026 18.15
journalist-avatar-top
BD
viral_pedagang_takjil_di_tanjung_pura_pakai_busana_adat_omzet_tembus_jutaan_per_hari

Pedagang takjil, Aulia saat berjualan dengan mengenakan busana adat jawa. (foto:istimewa/mistar)

news_banner

Langkat, MISTAR.ID

Berbagai cara dilakukan pedagang takjil untuk menarik perhatian pembeli selama Bulan Suci Ramadan. Seperti yang dilakukan para pedagang kreatif di Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, yang mengusung tema pakaian unik Nusantara saat berjualan aneka minuman es untuk berbuka puasa.

Dengan mengenakan pakaian etnis Jawa hingga busana adat Melayu, para pedagang ini sukses mencuri perhatian masyarakat yang melintas. Konsep tersebut sengaja dihadirkan agar pembeli tidak sekadar lewat, tetapi tertarik untuk mampir dan membeli.

Setiap harinya, tema pakaian yang digunakan selalu berganti, mulai dari pakaian adat Melayu, busana olahraga, hingga berbagai kostum unik lainnya. Nuansa berbeda ini menghadirkan suasana segar dan menghibur bagi warga yang berburu takjil.

Selain tampilannya yang menarik, variasi minuman segar yang dijual juga menjadi daya tarik tersendiri. Berbagai jenis es dengan nama-nama kreatif ditawarkan kepada pembeli, seperti Es Kayangan, Lemon Gres, Es Kunti, dan Es Cetar Membahana.

Harga yang dipatok pun terjangkau, yakni berkisar antara Rp5 ribu hingga Rp8 ribu per cup. Selama Ramadan, para pedagang mengaku mampu meraih omzet hingga jutaan rupiah per hari.

Salah seorang pembeli, Vina (35), mengaku tertarik membeli karena konsep yang berbeda dari pedagang pada umumnya.

“Saya sengaja membeli es di sini karena idenya sangat kreatif, berjualan menggunakan pakaian adat,” ujarnya.

Sementara itu, pedagang takjil, Aulia (32), saat ditemui Senin (23/2/2026), mengatakan konsep unik tersebut sengaja dihadirkan untuk menarik perhatian pembeli tanpa mengesampingkan kualitas dan cita rasa produk.

Menurutnya, pedagang musiman selama Ramadan perlu tampil berbeda dalam memasarkan dagangan agar mampu meraup keuntungan di bulan yang penuh berkah ini.

Kreativitas para pedagang di Tanjung Pura ini pun menjadi bukti bahwa inovasi sederhana dapat memberikan nilai tambah sekaligus meningkatkan daya saing usaha kecil selama Ramadan. (hm27)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN