Usai Viral di Medsos, Empat Penyebar Isu Vihara Thai Seng Hut Co Binjai Klarifikasi dan Minta Maaf

Suasana saat empat orang penyebar isu miring bertemu dan minta maaf kepada Suhu Elton dan pengurus Vihara Thai Seng Hut Co, Binjai (Foto: Istimewa/Mistar)
Binjai, MISTAR.ID
Suasana haru dan penuh kekeluargaan menyelimuti halaman Vihara Thai Seng Hut Co di Jalan Rambutan No.3, Kelurahan Bandar Senembah, Kecamatan Binjai Barat, Kota Binjai, Jumat sore (6/3/2026).
Empat orang warga, yakni Hariady yang juga mewakili istrinya Nurhamidah, bersama Tony dan Rony, menyampaikan klarifikasi sekaligus permohonan maaf atas informasi yang sebelumnya sempat viral di media sosial.
Permintaan maaf tersebut disampaikan secara terbuka kepada Suhu Elton Hotman, keluarga, serta pengurus vihara setelah sebelumnya mereka menyebarkan informasi yang tidak benar terkait aktivitas di rumah ibadah tersebut.
Momen klarifikasi dan saling memaafkan itu turut disaksikan oleh aparat kepolisian dan TNI, sehingga prosesnya berlangsung tertib, aman, dan penuh nuansa kekeluargaan.
Sebelumnya, sempat beredar informasi di media sosial yang menyebut adanya aktivitas tidak wajar di vihara tersebut, yakni musik DJ dalam pertunjukan barongsai disertai penggunaan petasan yang mengganggu warga hingga dugaan praktik perdukunan.
Namun setelah dilakukan pengecekan langsung di lapangan, informasi tersebut dipastikan tidak benar.
Baca Juga: Cerita Toleransi di Binjai, Warga Muslim Bersyukur Dapat Bantuan dari Vihara Thai Seng Hut Co
Hariady yang juga berprofesi sebagai jurnalis menjelaskan bahwa pihaknya telah meminta maaf.
“Saya mewakili SumutTerkini.id meminta maaf karen pada tanggal 22 Februari 2026 ada berita miring sempat viral, setelah dilakukan pengecekan di lapangan ternyata tidak ditemukan adanya musik DJ barongsai sampai pagi maupun praktik perdukunan,,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa pihak vihara tidak pernah memberikan kompensasi apa pun terkait penghapusan berita yang sebelumnya sempat beredar. Penghapusan berita atas kesadaran sendiri.
“Dari pihak vihara juga menyatakan bahwa SumutTerkini.id tidak pernah menerima kompensasi atas penghapusan berita dan tidak ada permintaan jatah parkir. Kami saling memaafkan dan akan tetap menjaga kerukunan di Lingkungan 3 Kelurahan Bandar Senembah,” tambahnya.
Pengurus Vihara Sampaikan Pesan Toleransi
Sementara itu, Suhu Elton Hotman dari Vihara Thai Seng Hut Co menyambut baik kedatangan mereka. Ia juga menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menyebut Hariady meminta sesuatu sebagai imbalan penghapusan berita.
“Saya tidak pernah mengatakan kepada siapa pun bahwa Haryadi meminta parkir atau menerima sesuatu untuk take down berita,” tegasnya.
Ia pun menerima permintaan maaf mereka dengan lapang dada dan berharap peristiwa ini menjadi pelajaran bersama untuk menjaga komunikasi dan toleransi yang baik.
Suhu Elton menjelaskan bahwa selama bertahun-tahun pihak vihara dan warga hidup rukun. Bahkan pihaknya aktif memberikan bantuan sosial kepada masyarakat sekitar tanpa memandang latar belakang suku maupun agama.
Ribuan bantuan dalam setahun diberikan, baik kepada warga sekitar, panti jompo, panti asuhan bahkan tukang gojek.
“Kami memberikan bantuan kebutuhan pokok dan juga bantuan uang. Kami sadar keberadaan vihara harus memberikan dampak positif bagi lingkungan,” katanya
Warga Akui Kepedulian Sosial Vihara
Isu yang sempat beredar sebelumnya memang menimbulkan perhatian masyarakat. Namun sejumlah warga sekitar justru menyampaikan bahwa pengurus vihara selama ini dikenal aktif membantu lingkungan sekitar.
Muhammad Husni (52), salah satu warga setempat, mengatakan masyarakat sering menerima bantuan sosial dari pihak vihara.
“Sedikitnya kami menerima bantuan dari vihara empat kali dalam setahun, seperti saat ulang tahun vihara, Lebaran, dan Imlek. Kami sangat bersyukur, apalagi di tengah kondisi ekonomi yang sulit seperti sekarang,” ujarnya.
Selain bantuan sembako, pengurus vihara juga disebut kerap membantu warga yang sedang sakit atau membutuhkan bantuan mendesak.
Menurut Husni, kegiatan budaya seperti pertunjukan barongsai dan penyalaan petasan pada momen tertentu juga sering menjadi hiburan bagi warga sekitar.
“Di sana juga ada kegiatan pengobatan, bukan seperti isu yang bilang dukun. Kami yang tinggal paling dekat justru tahu persis kegiatannya,” jelasnya.
Momen saling memaafkan yang terjadi di halaman vihara sore itu menjadi simbol kuat bahwa kerukunan antarwarga di Kota Binjai dapat terus terjaga ketika komunikasi dibangun dengan baik.





















