Tuesday, June 16, 2026
home_banner_first
SUMUT

Ular Sumbat Saluran Air Rumah Warga Asahan Selama 3 Hari, Damkar Turun Tangan Evakuasi

Mistar.idSelasa, 16 Juni 2026 21.20
journalist-avatar-top
ular_sumbat_saluran_air_rumah_warga_asahan_selama_3_hari_damkar_turun_tangan_evakuasi

Petugas Damkar Asahan usai mengevakuasi ular dari saluran air rumah warga. (foto: Istimewa / Mistar)

news_banner

Asahan, MISTAR.ID

Seorang warga di Desa Sidomulyo, Kecamatan Pulo Bandring, Kabupaten Asahan, dibuat bingung setelah saluran pembuangan air di rumahnya mendadak tidak berfungsi normal. Sudah tiga hari lamanya, air yang seharusnya mengalir lancar justru tergenang dan menyebabkan area kamar mandi serta bagian belakang rumah mengalami gangguan.

Setelah ditelusuri, penyebabnya ternyata cukup mengejutkan. Seekor ular diketahui bersembunyi di dalam pipa saluran pembuangan air dan diduga menghambat aliran air sehingga memicu genangan di sekitar rumah.

Peristiwa tersebut dialami Aprizal (24), warga Desa Sidomulyo, pada Selasa (16/6/2026) malam. Karena khawatir ular tersebut keluar dan membahayakan penghuni rumah, ia segera meminta bantuan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Asahan. Laporan itu langsung ditindaklanjuti oleh personel Satpol PP Kabupaten Asahan Bidang Pemadam Kebakaran.

Tak membutuhkan waktu lama, tim rescue Damkar tiba di lokasi hanya beberapa menit setelah menerima laporan warga. Petugas kemudian melakukan pemeriksaan terhadap saluran air yang menjadi tempat persembunyian reptil tersebut.

Dengan menggunakan peralatan penyelamatan khusus, petugas berupaya mengeluarkan ular dari dalam pipa tanpa merusak instalasi saluran air milik warga. Proses evakuasi berlangsung cukup menegangkan karena posisi ular berada di area yang sempit dan sulit dijangkau.

Setelah bekerja sekitar 15 menit, petugas akhirnya berhasil menarik ular keluar dari dalam pipa dan mengamankannya. Situasi rumah pun kembali normal setelah sumber penyumbatan berhasil dievakuasi.

Kepala Seksi Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Asahan, Arif Afdani, mengatakan peristiwa seperti ini kerap terjadi, terutama saat satwa liar mencari tempat yang lembap dan aman untuk bersembunyi.

Menurutnya, saluran air, tumpukan barang bekas, semak-semak, hingga area belakang rumah sering menjadi lokasi favorit ular untuk berlindung tanpa disadari pemilik rumah.

"Keberadaan ular di dalam saluran air bisa membahayakan warga dan berpotensi mengganggu fungsi instalasi rumah. Karena itu, kami mengimbau masyarakat agar segera menghubungi petugas apabila menemukan kondisi serupa dan tidak mencoba menangani sendiri," ujar Arif Afdani.

Ia menambahkan, layanan Damkar tidak hanya berfokus pada penanganan kebakaran, tetapi juga berbagai operasi penyelamatan (rescue), termasuk evakuasi hewan liar yang masuk ke lingkungan permukiman warga.

"Kami siap memberikan pelayanan kepada masyarakat selama 24 jam. Ketika ada laporan terkait ular atau satwa liar lainnya yang berpotensi membahayakan, petugas akan segera turun untuk melakukan penanganan," katanya.

Arif juga mengingatkan masyarakat untuk rutin memeriksa saluran air, membersihkan lingkungan sekitar rumah, dan memangkas semak-semak yang berpotensi menjadi sarang hewan liar. (hm27)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN