Friday, June 5, 2026
home_banner_first
SUMUT

Tujuh KK di Dairi Hidup Memprihatinkan, Serka Jonni Berutu Turun Langsung Bawa Bantuan

Mistar.idSelasa, 25 November 2025 21.03
journalist-avatar-top
HJ
tujuh_kk_di_dairi_hidup_memprihatinkan_serka_jonni_berutu_turun_langsung_bawa_bantuan

Serka Jonni kunjungi rumah warga Manippan Sianturi berukuran 2x4 meter dinding tepas bambu lantai tanah tempat tinggal keluarga Manippan Sianturi. (Foto dok: Jonni/Mistar)

news_banner

Dairi, MISTAR.ID

Kabar mengenai tujuh kepala keluarga (KK) yang hidup dalam kondisi sangat memprihatinkan di Desa Onan Lama, Kecamatan Pegagan Hilir, Kabupaten Dairi, viral di media sosial. Ketujuh keluarga ini disebut hidup dalam kemiskinan ekstrem dan tidak pernah tersentuh bantuan pemerintah.

Mengetahui informasi tersebut, Serka Jonni P. Berutu, personel TNI dari Kodim 0206/Dairi, langsung turun ke lokasi bersama keluarganya. Ia membawa sejumlah bahan pokok seperti beras, susu, mi instan, minyak goreng, telur, gula, kopi, dan teh untuk dibagikan kepada masing-masing keluarga, Selasa (25/11/2025).

Usai meninjau lokasi, Serka Jonni mengakui bahwa kondisi ketujuh KK tersebut benar-benar memprihatinkan, jauh dari kelayakan hidup.

Salah satu keluarga yang dikunjungi adalah keluarga Manippan Sianturi dan Erti Modesta Malau bersama empat anaknya. Mereka tinggal di rumah berdinding tepas bambu dan berlantai tanah berukuran 2 x 4 meter. Atapnya hanya terbuat dari plastik dan bambu, tanpa aliran listrik. Bagian dalam rumah dilapisi selimut bekas untuk menghalau dingin.

"Dari awal kami mengira itu hanya konten yang memframing kemiskinan. Tapi setelah kami datang langsung, kondisinya memang nyata dan sangat miris," ujar Serka Jonni.

Ia menyampaikan bahwa ketujuh keluarga tersebut tinggal di gubuk-gubuk perladangan warga dan bekerja sebagai buruh tani harian untuk bertahan hidup.

“Melalui kunjungan ini, saya berharap pemerintah pusat maupun desa dapat segera mengatasi keadaan mereka. Kami tidak menyalahkan siapa pun, tetapi keluhan mereka harus menjadi perhatian serius kita semua, terutama pemerintah,” tambahnya.

Menurut pengakuan warga kepada Jonni, mereka sama sekali belum pernah menerima bantuan pemerintah seperti BLT, BPNT, PKH, ataupun bansos lainnya.

Data Tujuh KK yang Ditemukan Hidup dalam Kemiskinan Ekstrem

  1. Manippan Uli Sianturi / Erti Modesta Malau
  2. Sehat A. Lingga / Tiarlin Pandiangan
  3. Benni RS Manihuruk / Selvia Marlina Lingga
  4. Marningot Sinaga / Rani Lumban Gaol
  5. Parlindungan Sinaga / Junastina Purb–
  6. Dedi Friadis Sigalingging / Nursaema Situmorang
  7. Warga Dusun Lumban Situngkir

Beberapa di antaranya sudah lanjut usia, seperti Jamental Sinaga dan Marningot Sinaga.

Pemerintah Mulai Lakukan Pendataan

Camat Pegagan Hilir, Tetap Lingga, saat dikonfirmasi mengatakan bahwa pihaknya telah memproses pendataan terhadap keluarga-keluarga tersebut.

“Saat ini pendataan sedang berproses melalui pemerintah desa,” ujarnya singkat.

Kondisi Ini Kontras dengan Klaim Swasembada Listrik

Sebelumnya, Bupati Dairi Vickner Sinaga beberapa kali menegaskan bahwa Kabupaten Dairi telah mencapai swasembada listrik bersamaan dengan sejumlah program pembangunan lainnya. Namun, fakta di lapangan menunjukkan masih ada wilayah yang belum menikmati aliran listrik.

Beberapa titik yang hingga kini belum teraliri listrik antara lain:

  1. Dusun II Desa Gundaling, Gunung Sitember
  2. Dusun Batu Anggan, Desa Juma Gerat (Tigalingga)
  3. Dusun Juma Kancil, Desa Onan Lama (Pegagan Hilir)

Kondisi tujuh KK di Desa Onan Lama menjadi bukti bahwa masih terdapat warga yang hidup dalam kesenjangan ekstrem dan membutuhkan perhatian serius dari pemerintah.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN